YouTube Diblokir Gara-gara “Fitna”

Gara-gara film “Fitna” karya Geert Wilders yang menghubung-hubungkan ayat Al-Quran dan serangan teroris, Pemerintah Indonesia berencana memblokir YouTube. Saya sendiri tak peduli dengan film “Fitna” yang saya anggap sebagai ketololan Wilders (tolol karena di satu sisi ngomong “free speech“, di sisi lain mau banned Al-Quran). Tapi kenapa ujung-ujungnya YouTube? Mau membuang kulkas gara-gara sepiring nasi basi? Harap tahu, video “Fitna” tak hanya ada di YouTube, tapi juga di: Google Video, Clipser, Yahoo Video, MySpace, LiveLeak, dan barangkali situs-situs lain. Gimana Pak Menteri, apa enggak sekalian blokir internet saja, lah? Biar bodoh sekalian kita semua, oke?


Update (5/4/08):

Pokoknya saya enggak akan milih SBY maupun Jusuf Kalla sebagai presiden! Tidak untuk siapa pun yang enggak pro-internet!

Update (9/4/08):

Provider internet saya sudah resmi memblokir YouTube. Tapi saya masih bisa mengakses situs tersebut melalui website vtunnel.com. Hehehe: selalu ada cara melawan tirani dan kebodohan!

2 comments on “YouTube Diblokir Gara-gara “Fitna”

  1. mufti says:

    Buruk bayangan(muka) cermin dibuang.
    :D

    Berarti harus segera download nih. Pingin ikut2an protes harus nonton dulu.

  2. Koza says:

    Blokir aja internetnya semua, biar ga bisa apa2, anak2 jadi bodoh dan tertinggal. Film diurusi sampai sebegitunya, rakyat kelaparan ga diperhatikan, coba lihat antrian minyak tanah, udah mahal, antri lagi. Terpaksa beli Elpiji murah, eh tabungnya rawan meledak. Mau beli yang Elpiji 15kg, langka, harganya mahal dan stock kosong, mau pakai kayu bakar, ntar dikira illegal logging. Trus rakyat mau masakbmakanan pakai apa?yang penting itu bukan ngurusi soal film tersebut, yang penting adalah papan, sandang, pangan. Mestinya yang utama itu urusan kebutuhan hidup manusia, kalau kelaparan sama juga bohong

Comments are closed.