Tips Menulis Puisi di WordPress


Foto oleh: xfce, Some rights reserved.

Karena berbagai kemudahannya, saya selalu menyarankan kepada beberapa teman yang ingin nge-blog dengan domain dan hosting sendiri, untuk mempergunakan WordPress. Sejujur nya, dibandingkan Textpattern atau Drupal, banyak hal yang tidak dimiliki WordPress memang; tapi menyangkut kemudahan, WordPress memberikan lebih banyak kenyamanan. Setelah membantu beberapa teman menginstalasi WordPress, ada baiknya mungkin saya membagi tips kecil menulis puisi di WordPress ini, yang saya peroleh dari masalah teman-teman. Dalam hal ini saya mempergunakan WordPress versi 2.5.1 (mestinya juga berlaku di WordPress.com dan Blogspot.com):

Text editor WordPress mempergunakan kemudahan WYSIWYG (What Yoy See is What You Get). Kalau kamu cukup familiar dengan MSWords, icon-icon text-editornya pasti tak asing. Segala sesuatu tinggal ngeklik. Mau rata kanan seperti puisi-puisi Binhad Nurrohmat? Tinggal klik icon rata kanan. Beberapa teman yang penyair menemukan masalah justru ketika memasukkan puisi. Format WordPress kurang bisa membedakan “baris” dan “bait”, sebab setiap baris baru selalu dianggap paragraf (yang di puisi berarti bait) baru. Misalnya contoh puisi Chairil Anwar (Diponegoro):

Di masa pembangunan ini

tuan hidup kembali

dan bara kagum menjadi api

di depan sekali tuan menanti

Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali […]

Padahal maunya begini:

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali

dan bara kagum menjadi api

di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali […]

Ini gampang. Text-editor WordPress memberikan dua pilihan: Visual dan HTML. Visual inilah yang kita pergunakan sehari-hari, dengan fasilitas WYSIWYG itu. Untuk mengubah format paragraf standar, kita harus masuk ke editor HTML. Baris puisi pertama, jika dilihat di HTML akan tampak begini:

<p>Di masa pembangunan ini</p>
<p>tuan hidup kembali</p>
<p>dan bara kagum menjadi api</p>
<p>di depan sekali tuan menanti</p>
<p>Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali [...]</p>

Agar puisi ini tampil seperti contoh kedua, kita harus mengedit kodenya menjadi begini:

<p>Di masa pembangunan ini <br />
tuan hidup kembali</p>
<p>dan bara kagum menjadi api</p>
<p>di depan sekali tuan menanti <br />
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali [...]</p>

Penjelasannya sederhana. Kode <p> … </p> merupakan kode untuk paragraf. Setiap baris baru (artinya kamu menekan tombol enter/return di keyboard), WordPress akan menerjemahkannya sebagai paragraf. Kode ini harus berpasangan. <p> (kode pembuka) dipakai di awal paragraf, </p> (kode penutup) dipakai di akhir paragraf. Agar paragraf menjadi baris, ganti saja </p> menjadi <br /> (ini kode untuk ganti baris). Bedanya, setelah kode <br /> di awal paragraf berikutnya jangan dicantumkan kode <p>, agar baris tersebut tidak menjadi paragraf baru.

Kode-kode ini mempergunakan standar XHTML, bukan HTML biasa. Kalau HTML biasa, kamu cukup memakai <p> dan <br> di awal baris tanpa harus mempergunakan penutup </p> atau pembuka-sekaligu-menutup-diri-sendiri <br />. Tapi mohon diperhatikan, HTML mungkin tak akan lagi menjadi standar, jadi mending pergunakan cara di atas. Silakan mencoba, dan semoga berguna.

11 comments on “Tips Menulis Puisi di WordPress

  1. Ratih says:

    cieee…. baik banget sih!

  2. nik.e says:

    nice tips
    memang wordpress paling enak. saya udah pake multiply, tp akhirnya miih wordpress krn lbh sederhana n sesuai dg tujuan.
    oya, saya baca artikel anda di kompas hari ini. bagus sekali. thank you

    nik.e:
    trims. hari ini saya unggah artikel kompas itu di sini.
    (ekakurniawan)

  3. mufti says:

    Yang seperti ini memaksa penyair memahami kode2 HTML. :)

  4. nik.e says:

    waduh. nama saya salah. harusnya nik.e
    maaf yah.
    wah, sudah diunggah di blog ini. jadi enak nih, tinggal klik blog2 yg dijadikan referensi

    nik.e:
    Namamu udah saya benerin :)
    (ekakurniawan)

  5. arroyani says:

    kalo masih ngga ngeh juga, tulis aja dulu di microsoft word. biasanya sayapeke yang ini. keliatan sendiri kok.

    arroyani:
    ya itu bisa dipake. tapi kadang masalahnya, format microsoft word (seperti jenis huruf – biasanya Times New Romans; ukuran font, dll) ikut masuk ke WordPress. Kalau maunya seperti itu jadi enggak masalah. Tapi kalo mau tetap konsisten dengan desain posting blogmu (biasanya jarang yang pake Times New Romans, misalnya), mau nggak mau harus bersihin juga format ini di halaman HTML :)
    (ekakurniawan)

  6. Blog yang sangat Informatif.

  7. wahyono says:

    ini dia info yg saya cari…..tq…

  8. salam kenal bang..

    iya tuh bang, aku sering kejadian kaya gitu, barisnya jadi lompat-lompat kaya bait…
    makasih infonya bang..
    tulisan-tulisan bang eka Mantab… !!!
    mohon bimbingannya bang bwt kami yang masih pemula dan amatira…

    best regard
    -forumsastra-

  9. adila rahma widja says:

    bagus weeee… :)

  10. muhd akbar says:

    Terima kasih infonya,
    jadi lebih paham nih, tata letak bait bukan paragraf untuk memposting puisi.

Comments are closed.