Selamat Jalan, Gus Dur

OMG, aku menangis mendengar Gus Dur meninggal. Ia presiden Indonesia yang keempat, dan menurutku, yang terbaik. Selamat jalan, Gus. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

10 comments on “Selamat Jalan, Gus Dur

  1. yahya says:

    kalo saya gak menangis mas,
    gusdur itu mengaku muslim kan ?
    tapi kenapa kok perbuatan ketika masih hidupnya banyak bertentangan dengan ajaran Islam yang diajarkan Nabi yang mulia -shollallohu ‘alaihi wa sallam-
    Oleh karena itu (ini menurut saya mas) tidak muncul lagi orang-orang muslim seperti gusdur banyak dari perbuatan dan perkataannya menyelisihi agama islam yang katanya dia anut dan yakini.

    1. ekakurniawan says:

      @yahya
      jika kamu seorang muslim, kamu tentu tahu soal kesalehan, hanya Allah yang tahu. saya tak punya keberanian melampauiNya. Saya hanya bisa berdoa semoga dia diterima dg baik di sisiNya. tp soal kemanusiaan, Gus Dur merupakan satu2nya presiden yang membela kaum minoritas — yang memang semestinya dibela. dan dia juga satu-satunya presiden yang berani mengatakan “Tuhan tak perlu dibela” … sebab Tuhan Mahabesar dan tak mungkin teraniaya! diantara keenam presiden, saya merasa dia yg terbaik (meskipun tentu saja, saya berharap, masih bnyk rakyat Indonesia yg lebih baik dr mereka). meskipun bgt, saya tetap menghargai pendapatmu.

    2. Jati says:

      Sepertinya Mas Yahya lebih baik dan lebih islami daripada Gus Dur..

    3. yunus says:

      rahmatan lil alamien itu ajaran nabi kan mas???

  2. yahya says:

    ya mas, saya juga berharap semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan gusdur.
    Tentang kalo dia satu-satunya presiden yang membela minoritas (jika ini benar)
    Pertanyaanya, apakah setiap minoritas pasti benar dan harus dibela ? Gimana kalo yang minoritas itu malah yang salah ? (ini juga bukan berarti yang mayoritas juga pasti benar)
    apakah hal ini yang jadi parameter pembelaan ?
    wah, begitu bahayanya sikap dan cara berfikir seorang muslim yang demikian.
    Parameter kebenaran seorang muslim bukan mayoritas atau minoritas mas, tetapi kebenaran itu sendiri.
    Parameter kebenaran yaitu perkataan dan perbuatan yang mencocoki al Qur’an dan sunnah Nabi
    (maaf mas, ini karena Gusdur sudah dianggap tokoh islam indonesia)
    Oleh karena itulah saya juga merasa dia bukan yang terbaik (meskipun begitu saya juga hargai pendapat mas eka kurniawan)
    Hanya kepada Allah kita minta petunjuk dan semoga menjadikan kita termasuk orang yang mudah menerima kebenaran.

    1. ekakurniawan says:

      @yahya
      saya pikir konteks pembelaan Gus Dur kepada minoritas tdk dlm hubungan benar-salah, tapi dalam konteks “hak” sbagai sesama warga negara. penganut khonghucu berhak melaksanakan ajaran agamanya, etnis tionghoa berhak mengekspresikan budayanya, etnis papua berhak memakai nama papua, bukan Irian Jaya.

  3. remi says:

    @yahya
    seperti orang memilih agamanya, begitupun dalam islam, tak bisa dipungkiri pandangan mengenai alqur’an dan sunnah nabi juga sangat luas dan beragam… muhammadiyah, nu, sunni, syiah, pks, pkb, ppp, ahmadiyah, persis, dan semua adalah sangat benar… menurut penganutnya, dan pada akhirnya Tuhanlah penilainya.

  4. remi says:

    mana account fesbukmu?

    1. ekakurniawan says:

      @remi
      Account Facebook de-actived dulu. Ganggu kerjaan :-(

  5. Irwan Bajang says:

    Kok Gusdur presiden ke-4 Mas Eka?
    Gusdur itu kan presiden ke-6… masak lupa sih?

    Gusdur itu presiden terbaik Indonesia, bahkan melampoi Soekarno. Ini menurut penilaian saya pribadi. Saya nggak sepakat kalau SBY mau mengesahkan Gusdur sebagai pahlawan multikulturalisme, kenapa nggak pahlawan demokrasi? saya curiga, SBY yang mengincar gelar pahlawan demokrasi itu, dan ingin segera menjadikan gusdur pahlawan multikulturalisme.

    Gusdur adalah orang yang selalu membela kaum miskin, kaum tertindas, dan kaum minoritas. Ukuran benar salah, itu kan tergantung sudut pandang yang menganut sebuah paham itu… kalau islam memandang islam adalah yang terbaik, tentu saja agama lain akan menganggap agamanya yang terbaik.

    Gusdur, adalah kiyai semua agama, bahkan Romo Mangun pernah bilang, Gusdur ini lebih khatolik dari saya…hahahaha..
    Lihat saja, betapa kecintaan bangsa Tionghwa, serta budha padanya… di jalan malioborro, dekat kampung pecinan, bahkan banyak plang yang mendoakan Gusdur dan memintanya menjaga indonesia dari sana.
    :D

Comments are closed.