29 comments on “Pangandaran Jadi Kabupaten

  1. Affan says:

    Orang Pangandaran toh…
    wah, kab yg akan dimekarkan…
    boleh tuh mencalonkan jadi Bupati pertama.

    Affan:
    Bupati? Boleh juga tuh. Hehe … kidding! Enggak pernah tertarik jadi pejabat. Daripada jadi bupati mending beli kapal kecil buat mancing ikan di laut, kali :)

  2. rajendra says:

    saya dukung 2000%
    biar orang pangandaran semakin makmur dan meningkat tarap hidupnya,syukur2 anak nelayan dan petani bisa kuliah smua.
    majulah pangandaran ku cinta,
    disanah tempat lahir beta,dibuai dibesarkan bunda,….hingga bunda menutup mata,
    he.he.he jadi swedih

  3. iip abdurrochim says:

    geura prak pangandran misah ti ciamis.tos waktosna pangandaran mandiri teh!

  4. Komen: Tak Direkomendasi, Pemekaran Kab. Ciamis (dari InfoPangandaran.com, 29 Nov 08)

    Saya pikir tim penilai tak salah menyimpulkan itu, karena apa yang dinilai tentang aspirasi pemekaran Kab. Ciamis mungkin dianggap ‘biasa-biasa saja’. Ini mirip seperti kisah hasil penilaian aspirasi pemekaran Sukabumi Selatan, Cianjur Selatan dan Garut Selatan yang pada rontok/gagal.

    Apapun hasil penilaian itu meski kita hargai dan terima dengan lapang dada. Bukannya direpson dengan demo-demo yang tidak produktif.

    Lalu, apakah kita (para pejuang dan pendukung pemekaran Kab. Ciamis) akan berhenti begitu saja?? Saya pikir tidak! Kita tak perlu kecil hati.

    Yang kita perlu lakukan adalah menemukan gagasan atau visi baru. Visi baru itu mesti dilihat dalam konteks yang lebih makro (regional), bukan lagi lokalan seperti selama ini.

    Visi baru yang saya ajukan adalah bertolak dari fakta bahwa; di sepanjang pantai selatan Jabar, Anda tak akan menemukan rumah sakit, universitas, pusat pelatihan, pusat perniagaaan, lembaga keuangan (kecuali bank-bank setingkat unit/ranting), dan lain-lain layanan publik. Pantai selatan Jabar adalah kantung-kantung kemiskinan belaka, dimana orang-orang tak betah tinggal. Mereka pergi ke kota bahkan ke luar negeri (menjadi TKI), hanya untuk bertahan hidup.

    Sisi lainnya, coba Anda bandingkan dengan jalur pantura. Fasilitas dan infasturktur tentu sangat jomplang jika disandingkan. Pantai selatan Jabar bahkan jauh tertinggal dibanding pantai selatan Jateng, Yogja dan Jatim.

    Coba buka perpektif Anda. Saat ini jarak Jakarta-Bandung hanya dua jam saja, yang semula lima sampai enam jam. Harusnya 2 jam lagi perjalanan bisa dilanjutkan sampai ke Pangandaran. Dengan demikian uang orang Jakarta tak tertahan di Bandung. Bila perlu kita bikin jalan tol via pantai selatan Jawa, yang mengubungkan Bandung sampai ke Yogja via Pameungpeuk. Why not?

    Apa yang perlu kita lakukan adalah membuka dialog dengan saudara-saudara kita di Tasik dan Garut kidul. Untuk membangun dan menyatukan visi baru. Dialog juga perlu dilakukan dengan daerah di selatan Jateng dan Jogja. Sehingga visi itu dapat dukungan dan diperjuangkan secara luas.

    Dengan cara itu maka boleh kita bermimpi dalam 3-5 tahun kedepan terbentuk kabupaten baru Pangandaran-Cipatujah, serta Kab. Garut Selatan.

    Siapa tertarik memfasilitasi dialog-dialog itu?? Cekap heula, salam ka sadaya ti urang Cikembulan.

    adit:
    terima kasih gagasannya. sebenarnya, gagasan seperti ini jauh lebih prduktif atau bahkan lebih masuk akal. bukan pemekaran memang yang penting, tapi bagaimana kesejahteraan wilayah itu terangkat. bahkan jika kita tetap berpegang pada ide pemekaran, alasan kesejahteraan penduduk mestinya menjadi prioritas alasan, bukan sekadar sentimen promordialisme belaka. hayo, mengenai gagasan “universitas selatan”, jalan tol, rumah sakit, bahkan secara pribadi saya mengangankan: perpustakaan, setuju sekali!
    – eka

  5. Solihin Tajidin says:

    Ya Alloh, towlong, meni edun pisan euy, eka kurniawan udah jadi orang, mudah2 an nggak lupa euy ama sayah temen smp nya dulu, btw temen2 smp yg laen udah pada jadi orang di mana yah?

  6. yanna anak muhammadyah senior high school says:

    aduhh,,,smenjak dnger klo pangandaran mw jdi kabupten,rasanya sperti orang yg dpet undian 1milyar.Tapi,untuk menjadi sebuah kbpten bkan hal yang sangat mudah,,!!!tidak segampang membalikan telapak tangan..sebenarnya memang pantas dan layak kalau PANGANDARAN jadi KABUPATEN.Ya,walaupun masih belum ada fasilitas2 yang mendukung,tapi pangandara bisa membuktikan kepada dunia, kalau pangandaran memang PANTAS!!!!
    sebuah aset yang sangat berharga,
    sebuah berlian yang mahal harganya,
    istana yang penuh dengan glamor,
    seorang primadona,
    kain sutra yang jarang di pegang,
    tabungan yang sudah tidak tertampung……..!!!
    itulah PANGANDARAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    saya selaku pelajar yang sangan peduli dengan lingkungan,pastinya sangat mendukung dengan terbentuknya kabupaten pangandaran.
    apalagi dengan keberadaannya sekolah kami
    ” SMA MUHAMMADIYAH PANGANDARAN”
    yang semkin tahun semakin maju,semakin meningkat prestasinya,yang pasti semakin bergengsi!!!
    dengan terbentuknya kabupaten pangandaran,saya yakin sekolah kami akan terus maju dan semakin bersaing deangan sekolah-sekolah lainya.
    Apalagi kami mempunyai kepala sekolah yang super is good,,,yaitu
    Bpk.

  7. yanna anak muhammadyah senior high school says:

    LANJUT,,,,,
    YAITU BAPAK UNDANG KOSASIH!!!!!!!!!!!!

  8. Jafar says:

    Mangga atuh dorong rencana kabupaten pangandaran teh supados cepat terwujud supados urang kidul teu aya perasaan di diskriminasi ku urang kaler………da pribadosmah yakin pangandaran tiasa langkung maju ketimbang ngindungb ka Ciamis….masalah ngurus daerah urang pakidulan oge seueur nu tiasaeun…teu kenging pesimis…wassalam…sareng wilujeng sukses..

  9. budi waliana says:

    stuju lah pangandaran jadi kabupaten.moal lila kuring milih balik kampung weh ngawangun kota sorangan

  10. Pangandaran, I’ll right be back!

  11. joe says:

    Saya dukung pemekaran Kab. pangandaran agar anggaran untuk rakyat di pedesaan bisa lebih besar untuk membangun SARPRAS baik jalan maupun pertanian…… masih ada daerah ciamis selatan yang susah panen…. hanya 1x setahun itupun maksa…………. kalo ada yg 2x setahun itu adalah sisa banjir dan kekeringan….karena saluran irigasi yang kurang memadai….. Maju terussss PANGANDARAN…………

  12. Lala Adhiatma says:

    yah lah sok geura-geura dijadikan . penerimaan pns pasti loba atuh. iraha nya atuh ?

  13. Karsudin thea says:

    Satujuuu…. mbeh pangandaran oge bisa makmur jiga ciamis kaler nu salila ieu jdi kameumeut…

  14. Aip - Parigi says:

    Sebagai putera daerah, saya setuju pangandaran jadi kabupaten, yang ada dibenak saya hanya sederhana saja ; agar semakin gampang akses keperluan administrasi urusan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, pajak dll bagi masyarakat selatan ini serta terjadinya pemerataan dalam pembangunan (terutama sarana-sarana yang pital bagi kepentingan masyarakat).Dengan terlayaninya secara mudah dan cepat, insya Allah semua akan berjalan cepat…….!

    Dalam pemekaran kab Pangandaran yang perlu dipikirkan secara seksama bagi warga pakidulan semua jangan sampai perjuangan pemekaran ini, hanya atas dasar kepentingan-kepentingan nafsu para politisi “busuk”, parebut “bungkusan/ ancak” atau karena hanya melihat perkembangan di wilayah selatan ciamis dirasakan”seperti sekarang ini saja”

    Apalah artinya pemekaran kalau perkembangan nanti tetap begitu-begitu saja. Lebih baik cari alternatif bagaimana terciptanya dinamika masyarakat pakidulan yang lebih produktif, berkualitas dan diciptakannya aksesibilitas yang mumpuni termasuk didukung dengan imprastrukturnya.

    Saya bersyukur semua harapan baiknya ini dapat terwujud di Kabupaten Pangandaran nanti…amien..

    Terimakasih
    aip

  15. arif says:

    mudah2han jika pangandaran jadi kabupaten smua cafe juga jadi tambah maju

  16. eRna Rosdiana says:

    Waw….na sngt stju bgt tuh…
    wlau na prnh tnggl dCiamis slma 3th,tp tetep z Pngndarn Is the Best…Aplg pntaix yg indah it…
    memng prlu da kmjuan bt Pngndaran.kl dg cr tsb Pngndran bs mju, why not!!!
    iy n’g..?
    Jnji dh,,tar klo ud resmi na akn mnyumbangkan ilmu yg na pux ttg ksehtan untk Kab.Pngndran n skitarx…Biar derjat ksehatn masyrkat dwilyah tsb dpt dtingkatkn lg. Amien…
    dan jgn smpe daa gizi buruk lg bwt balita..malu2in aj.. dan stu lg biar pngunjung wisatax dpat lebih mningkat biar pendpatn jg tentunya ikut meningkat.!!Amiennnnnn………….

    1. miftah firdaus says:

      hayu atuh ku urang dukung sadaya…sangkan kabupaten pangandaran teh, tiasa laksana sesuai rencana…abdi yakin kabupaten panagndaran bakal leuwih maju…dina sagalana…amin, urang sebagai generasi muda kudu nyprih elmu sing luhur,sangkan bisa majukeun kota pangandaran…anu aman jeung sejahtera!!!

  17. ful rokhman says:

    asyikkkk………. tereh og3 pnd misah tapi harus inget donk dengan pesta politik jga kuthan………pmkran drah cndrng dg bnyknya para elit yg mjdi kpntngan drinya utk memech blah ini hnya psen aja gitu lho…….. jangn pntng myrah trus brjuang presidium

  18. Salimbagolo says:

    Abì oge urang Desa Bagolo satuju pisan kana pamekaran kab pangandaran, salam sukses

  19. yans says:

    Saya sangat setuju kalau pangandaran jadi Kabupaten……
    Bener bgt tuh apa kata komentar adit (Cikembulan), kalau di Pangandaran tuh org2 nya ga pada betah, sebab fasilitasnya kurang bgt, ga da yang WAH…
    Walau pun PAD Kab. Ciamis yang terbesar adalah dari daerah selatan, tapi ko kenapa pembangunan daerah selatan tidak dipentingkan……
    Jalan rusak dimana-mana……
    Kalau Pangandaran jadi Kabupaten kan enak tuh…… PAD buat bangun daerah selatan aja…. ga usah bagi2 daerah Ciamis…. he,,
    kalau nanti terbentuk juga pasti akan banyak meyerap banyak lowongan kerja…..
    jadi putra-putri daerah pangandaran pasti makmur di Pangandaran, ga usah pergi ke mana-mana.
    Saya juga sekarang bekerja di Pemda Sarolangun (Jambi), padahal saya asli dari Pajaten (Pnd), itu semua karena tidak ada pekerjaan yang layak di Pnd..
    Jadi kalau Pnd jadi Kabupaten saya juga mau balik z, saya siap pindah kerja demi pangandaran tercinta…. demi kemajuan daerah saya…..
    Siapa pun Bupati nya nanti, saya daftar duluan jadi pegawai disana…….
    Bravo Pangandaran….
    thank…..

  20. bambang setiaji says:

    kang eka, ayo kita dukung. tp juga kita awasi, jgn sampai kabupaten baru kita ini, nanti jd ladang korupsi baru. kita sdh punya jalur rel yang hrs dihidupkan kembali utk menunjang pariwisata yang stagnan.jalur penerbangan jg sdh ada, bahkan bu susi buka jalur penerbangan jkt-bdg-pnd. kyknya aku pernah ngbrol sama ibu itu di studio radio di jkt, supaya buka penerbangan ke kampung, dan akhirnya dikabulkan. Smg infra-struktur makin bagus, kesejahteraan jg makin baik. Tp di kidul blm ada universitas, apalagi perpustakaan! Coba deh Kang, kumpulin tulisan org2 Pnd yg pernah nulis, jd buku! Cari sponsornya.

  21. bambang setiaji says:

    sedikit kenangan pangandaran: dulu aku jual es keliling menyusuri pantai sampai menyusuri jalan ke daerah pegunungan purbahayu. Kenangan pahitku saat kerbau-kerbau yang kugembala lari kalang-kabut kedatangan deru truk kapur. dulu menuruni tanjakan emplak dan putrapinggan saat sepedaku meluncur dengan timbunan rumput untuk kambingku. Waduh nikmatnya bermandi ria di sungai cikidang, sambil terjun bebas dari jembatan cikidang. di sekolah, sdn pangandaran 1 aku pernah berkelahi ditonton murid satu sekolah, ternyata teman berkalahi itu adalah saudaraku sendiri. pulang sekolah suka nongkrong di bawa beringin besar depan masjig agung. beringin itu kini sudah punah dan menjadi ruas jalan lingkar menuju gerbang tiket. di kontrak aku suka mencuri coklat dan mandi di sebuah sungai kecil.aku yang suka masuk bolos biskop misbar jaladri dekat kantor polsek.
    aku dilahirkan di sebuah rumah tua yang kini di depan sd pangandaran 4, aku sering mondar-mandir, prapat, karanggedang, karangsalam, dan bojongjati.kini aku merindukan kenanganku itu.

  22. bambang setiaji says:

    oh pangandaran, tempat aku dilahirkan, tempat aku dibesarkan. aku sdh merantau kemana2, tapi hatiku hanya rindu padamu, Pangandaran. dulu aku sekolah di SD Pangandaran 1, bermain di pantai, bulak laut, kontrak. aku pernah jualan es keliling menyusuri jalan pantai dan jalan sawah ke purbahayu. Di sana aku pernah menunggu sawah, angon kerbau dan kuda. Waduh asyiknya kalau nongkrong di bawah beringin besar yang kini sdh tumbang menjadi jalan lingkar. Labih asyik kita masuk bolos/tanpa bayar ke bioskop misbar (gerimis bubar) Jaladri. Kalau lebaran naik kereta di Lokomotif ke Kalipucang menikmati perjalanan berbukit-bukit dan jurang-jurang indahnya yang menganga. aku terpaksa meninggalkanmu utk sekolah ke UI depok dan bekerja sampai saat ini.

  23. iMAM SUCAHYO says:

    good brou

  24. Suparman,SE says:

    Saya sebagai penduduk asli pangandaran sangat senang dengan akan berdirinya kab. pangandaran, ya bisa-bisa jadi pejabat tapi ya gitu gitu amat, dengan adanya pembangunan yang merata yang kami harafkan

  25. Dani Rachmadi says:

    Moga cepat terwujud….amin….Sehingga peluang lebih lebar untuk menjadi Pahlawan Tanpa Jasa yang diakui sah oleh Pemerintah.

  26. Heris Fadilah says:

    salam ka sadayana, moga cepat terwujud..Amiiin

  27. sri rohaeni says:

    hatur nuhun atuh kana kinerja para putera Pangandaran yang sudah mau menjadikan pangandaran sebuah kabupaten ini merupakan sebuah karya nyata kebangkitan pangandaran tapi untuk mencapai semua itu tak lah mudah……jangan melulu memikirkan pangandaran jadi kabupaten dengan fasilitas2 yang memadai tapi perhatikanlah keadaan lingkungannya, status masyarakat,terutama norma kehidupan disana!!!!!!!!!!!!!!
    bersihkan dulu semua “penyakit masyarakat” yang sudah menjadi rahasia umum bagi kita semua.
    pilihlah calon pemimpin kabupaten yang bersih, yang benar2 bekerja demi kesejahteransemua bukan hanya demi kesejahteraan pribadi………….yang mau bekerja dan mengabdi pada bangsa bukan pada kedudukan dan kekuasaan…..

Comments are closed.