Obituari untuk Bapak

Hari ini, ayah saya meninggal. Guru-guru saya sering memanggilnya Pak Sanusi. Tetangga lebih terbiasa memanggilnya Pak Uci. Ia lahir empat belas hari setelah Proklamasi Kemerdekaan. Meninggal 23 Juli 2009. 63 tahun menjelang 64. Ia pasti suka sekali, sebab itu juga umur Rasulullah ketika meninggal.

Sebelum sakit, ia pengkhotbah Jumat di sebuah masjid. Kadang-kadang ia menuliskan khotbahnya di sebuah majalah berbahasa Sunda. Dulu ia menyewakan komik dan novel silat. Ia pernah menjadi guru Bahasa Inggris. Ia membuat t-shirt. Ia membuat batik. Tentu saja ia juga mahir menjahit. Ia pernah pula bertani jamur. Jamur merang dan jamur kuping.

Tentu kenangan saya atasnya jauh melebihi apa yang saya tulis di sini. Tapi barangkali suatu hari saya menulis lebih banyak. Ijinkan saya meminta maaf kepada siapa pun yang mengenalnya, jika ada kesalahannya sewaktu hidup. Dan terima kasih untuk yang telah menyampaikan belasungkawa serta doa untuknya. Ia meninggalkan seorang istri, tiga anak lelaki, tiga anak perempuan, dan seorang cucu perempuan. Selamat jalan.

2 comments on “Obituari untuk Bapak

  1. Tukangtidur says:

    Innalillah wa inalillahi roji’un.
    Turut berduka cita, mas Eka.
    Semoga Bapak Mas Eka Mendapatkan tempat peristirahatan yang terbaik di sisi-Nya.
    Semoga keluarga mas Eka diberi ketabahan. Aamiin…

    (Maaf jika saya telat)

  2. hari wibawanto says:

    sorry banget, baru tahu nih..
    turut berduka cita, smoga Pak Sanusi almarhum diberi tempat terbaik di sisiNya..
    Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aminn..

Comments are closed.