Nilai Politik Saya

Saya baru mengikuti Pancasila Interaktif, sebuah aplikasi yang bisa menentukan posisi nilai politik kita dengan cepat di situs Budiman Sudjatmiko. Aplikasi ini pada dasarnya berupa kuis, dimana kita menentukan sikap kita atas beberapa pilihan dalam satu dan beberapa isu/masalah. Dan setelah mengisi kuis tersebut, inilah hasil “Nilai Politik” saya terlihat dalam bagan:

Nilaipolitik1

Nilaipolitik2

Di gambar pertama, rupanya saya termasuk penganut “progresif etis”. Di bagan kedua, sebagai interpretasi alternatif, saya berada di irisan “nasionalisme radikal” dan “sosialisme demokrat”. Hmmm. Dan apakah itu “progresif etis”? Ini penjelasan dari Spektika.com, pengembang aplikasi tersebut: 

Progresif Etis

Sistem nilai ini memberikan penekanan yang kuat prinsip kebebasan individu untuk mengembangkan potensi dirinya yang seluas-luasnya. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berusaha mengejar apa yang diinginkannya dan oleh karena itu berhak untuk menikmati hasil yang diperolehnya.

Dengan demikian, segala bentuk intervensi yang berasal dari luar diri individu tidak dapat ditolerir. Bahwa setiap individu memilliki kemampuan yang beragam dalam memanfaatkan hak-hak kemanusiaannya merupakan sesuatu yang natural dan tidak boleh dipertentangkan dengan semangat kebebasan dan persamaan itu sendiri.

Sistem nilai ini memahami negara sebagai entitas organis yang muncul dari keinginan dan aspirasi bersama warganya. Oleh karena itu, keberadaan negara semata-mata adalah merealisasikan tujuan etisnya yakni menjamin agar tidak ada pelanggaran terhadap kemerdekaan dan kebebasan individu untuk mengembang dirinya. Namun demikian, negara sama sekali tidak boleh mencampuri terlalu jauh urusan rakyatnya. Untuk mencegah agar kekuasaan negara tidak melampaui batas kewenangannya maka diperlukan konstitusi yang menjamin hak-hak kewarganegaraan.

Sistem nilai ini mempunyai kedekatan dengan ideologi liberalisme yang memberikan penekanan pada prinsip kebebasan sebagai nilai kemanusiaan yang utama. Variannya bisa berupa gerakan aktivisme yang mengadvokasi kebebasan dan hak-hak sosial politik individu.

Aplikasi ini mungkin tak sepenuhnya menggambarkan posisi politik dan ideologis kita, mengingat terbatasnya isu/masalah yang dipergunakan sebagai sampel kuis. Tapi bolehlah untuk sekadar mengukur di mana kira-kira posisi seseorang secara ideologis. Hasil di atas, untuk saya sendiri, rasanya tak terlalu mengejutkan. Lah, ya iyalah, kan saya sendiri yang mengisi kuisnya? Hehehe …

 

2 comments on “Nilai Politik Saya

  1. haris says:

    aplikasi yg menarik mas. di Indonesia sekarang yg tanpa ideologi ini, aplikasi ini mungkin mengingatkan orang bahwa tiap diri mereka sebenarnya ideologis :D

    1. Sami Liana says:

      Di duniaini Idiologi hanya ada 3;Idiologi Islam-Idiologi Kapitalis-Idiologi Sosialis

      Idiologi Islam mengajarkan manusia harus terikat dengan Hukum Allah Swt.

      Idiologi Kapitalis,karena akidahnya lahir dari Sekulerisme(memisahkan agama dengan kehidupan),maka sikapnya selalu jalan tengah ,berazas manfaat dan Ruhnya itu Kebebasan(Bukan kesadaran akan hubungan dengan Allah),maka siapa pun dia kalau memiliki Idiologi ini sikapnya Liberal dan mengagumgkan kebebasan Individu.
      masalah agama hanya formalitas saja,agama manapun sama dan benar,Tuhannya siapa-pun tidak jadi ukuran yg penting berTuhan.

      Idiologi ke 3 yaitu Sosialis,kalau ini dari awal akidahnya menganut Materialis dan tidak percaya kepada Tuhan ,agama di anggap candu bagi penganut Idiologi ini.

      Nah Tinggal pilih:kita termasuk ke katagori yg mana?

Comments are closed.