Katalog Pertama Abdullah Harahap

Mumpung lagi di Solo, saya menyempatkan diri untuk menjelajahi toko-toko buku bekas di sekitar alun-alun. Tujuan utamanya: mengumpulkan novel-novel karya Abdullah Harahap. Itu proyek kecil saya bersama Ugoran Prasad (ketika catatan ini ditulis, saya baru dari tempat pernikahan Ugo dengan Rini Larasati, di gedung tempat saya menikah dua tahun sebelumnya; selamat menempuh hidup baru, Ugo!) dan Intan Paramaditha. Novel Abdullah Harahap tidak gampang ditemui sekarang ini. Meskipun langka, kenyataannya tak banyak juga yang mencari.

Ini katalog sementara novel-novel Abdullah Harahap yang ada pada saya, dengan sedikit catatan kondisinya:

1. Dalam Cengkraman Iblis
Penerbit: Sinar Pelangi, Bandung. Tak ada tahun terbit, tapi ada tahun penulisan di akhir novel: Juni 1982. 226 halaman.

2. Penunggu Jenazah
Penerbit: Sinar Pelangi, Jakarta. Saya belum tahu, apakah penerbit ini memiliki cabang di Bandung dan Jakarta, atau pindah dari satu kota ke kota lainnya, atau justru merupakan dua penerbit yang sama sekali berbeda. Tak ada tahun terbit, dan tak ada tahun penulisan. 224 halaman.

3. Arwah yang Tersia-sia
Halaman depannya hilang, tidak tahu penerbitnya apa (mereka tak biasa menyantumkan nama penerbit di sampul). 192 halaman.

4. Babi Ngepet
Penerbit: Sinar Pelangi, Bandung. Tanpa tahun terbit dan penulisan. Berbeda dengan yang lain, buku ini merupakan kumpulan cerita pendek, atau novela. Ada lima cerita di dalamnya (tanpa daftar isi): “Babi Ngepet”, “Persembahan Terkutuk”, “Sumpah Leluhur”, “Biarlah Kutebus Dosa-dosaku”, dan “Palasik”. 208 halaman.

5. Pengisap Darah
Penerbit: Indah Jaya, Bandung. Tanpa tahun terbit dan penulisan. 220 halaman.

6. Balola (*)
Penerbit: Sinar Pelangi, Jakarta. Tanpa tahun terbit dan penulisan. Ini novel pertama AH yang saya tahu tidak bertema horor. Ini novel roman biasa, berkisah tentang gang remaja. 171 halaman.

7. Sampai Hatimu, Sayang … (*)
Penerbit: Alam Budaya, Jakarta. Ini satu-satunya penerbit yang memiliki logo, dicetak pula di sampul depan. Tahun terbit: 1982. Ini novel pop biasa juga, bukan horor. 190 halaman.

8. Kekasih yang Hilang (**)
Penerbit: TB Ronny Saputra Agency, Jakarta. Tanpa tahun terbit. Isinya ternyata separuh pertama dari novel “Sampai Hatimu, Sayang …”. Separuh kedua, seperti ditulis di akhir novel, merupakan buku sambungan berjudul “Air Mata Kekasih yang Hilang”.

9. Bisikan Arwah (**)
Penerbit: TB Ronny Saputra Agency. Tanpa tahun terbit dan penulisan. Di akhir novel, buku ini ternyata bersambung ke jilid “Ritual Bisikan Arwah”. Saya pikir kasusnya hampir sama dengan novel “Kekasih yang Hilang” (mungkin ada versi buku yang digabung satu?)

10. Bangkit dari Kubur
Penerbit: Mastura, Bandung. Tanpa tahun terbit dan penulisan. 196 halaman.

11. Perawan Tumbal Setan
Penerbit: Citra Baru, Jakarta. Tahun terbit: 1993. 208 halaman.

12. Dendam Roh Jejaden
Penerbit: Gultom Agency, Jakarta. Tanpa tahun terbit dan penulisan. 191 halaman.

13. Misteri Pintu Gaib
Tanpa halaman depan, jadi belum saya ketahui nama penerbitnya, juga tahun terbit. 310 halaman.

14. Perawan Tumbal Setan
Penerbit: Sanjaya, Jakarta. Tanpa tahun terbit dan penulisan. 300 halaman.

15. Penghuni Hutan Parigi
Halaman depan hilang, belum tahu nama penerbit dan tahun terbit. 224 halaman.

Ini masih katalog sementara. Masih ada beberapa buku di Intan dan Ugo yang belum dicatat di sini. Juga beberapa buku di rumah orang tua saya (semoga pulang Lebaran bisa mendaftarnya). Saya harap katalog ini bisa bertambah menuju lengkap, bersama dengan berjalannya waktu. Sumbangan novel Abdullah Harahap untuk melengkapi daftar ini, tentu sangat terbuka. Sila hubungi saya atau kedua teman saya!

Sebagai tambahan, banyak penulis hebat seperti Abdullah Harahap yang karyanya terserak. Tanpa dokumentasi, apalagi kritik dan telaah yang layak. Mungkin penulis-penulis ini tak menginginkannya, tapi saya pikir, sejarah kesusastraan pasti sangat membutuhkannya.

30 comments on “Katalog Pertama Abdullah Harahap

  1. dedy says:

    mas eka, setahu saya mas senang dengan karya-karya amerika latin, terkhusus gabriel garcia marquez. nah, buku love in the time of colera itu kan sudah difilmkan. saya mau tahu pendapat mas eka tentang film itu. saya pribadi kok merasa nggak nyaman dengan film itu. kurang unsur “realis-magis” visualnya. padahal, teks-teks novel gabriel banyak menyihir kita dengan unsur-unsur magis yang khas. atau mas pernah mengulasnya?
    salam

    dedy:
    “love in the time of cholera” menurut saya merupakan salah satu novel Marquez yang memang tak bisa digolongkan realisme magis. semakin ke sini, novel-novelnya (yang terakhir: “memoir of my melancholy whore”) semakin realis. Saya nulis blog tentang film itu di sini: “Love in the Time of Cholera – Movie”.

  2. mikael says:

    anya punya: 1. misteri anak-anak iblis, penerbit sanjaya jakarta, tanpa tahun, 185 hlm. (di cover dalamnya ditulis ada dua judul lagi, ‘cerita terbaru’, yg tersedia, langkah-langkah iblis dan tarian iblis. di belakang juga mengiklankan karya fredy s., selaput pagar ayu, hehe.) 2. suara dari alam ga’ib (ya, dgn apostrof), penerbit sinar pelangi, tak bertahun, 196 hlm.

  3. biondi says:

    gmn sich cerita nya kok! gak berbobot?
    klw mau msuk in data2 tentang novel harus lengkap dong dgn daftar nama pengarang’ny

    biondi:
    Lho? nama pengarangnya kan sudah jelas: ABDULLAH HARAHAP (saya tulis di judul: “Katalog Pertama Abdullah Harahap”). Saya dan teman-teman sedang mencoba mengumpulkan karya2nya, dan ini adalah daftar buku yang sudah ada dalam koleksi kami. In case enggak ngerti siapa Abdullah Harahap (saya tak akan heran, karena enggak bakalan ada bukunya di Gramedia, dan mungkin orang yang lahir setelah tahun 80an enggak pernah menemukan lagi bukunya), bisa di-google, ia merupakan salah satu penulis novel misteri (tepatnya horor) Indonesia. Mungkin yang terbaik, sebab memang tak banyak yang nulis di genre ini.
    Sementara di katalog sederhana ini tidak kami cantumkan sinopsis, begitu pula lepas kontek berbobot atau tidak. tapi kami berencana untuk membaca buku-buku ini dan menuliskan hasil pembacaan kami, sekiranya buku-buku tersebut sudah terkumpul secara signifikan.
    (eka kurniawan)

  4. Henry Ismono says:

    Mas Eka, barangkali penulis yang sejajar dengan Abdullah Harahap adalah SB Chandra. Karya-karyanya tentang si Manusia Harimau juga sama-sama mencekamnya.

    Dulu sekali, kalau malam-malam baca karya Abdullah Harahap, bikin bulu kuduk merinding. Mas Eka benar, tak banyak kritikus yang tertarik menulis buku mereka. Namun, betapa pun karya mereka tetap penting. Ditunggu hasil tulisannya tentang Abdullah Harahap, seperti halnya tulisan tentang silat Jawa Kho Ping Hoo di Kompas beberapa waktu lalu.

    Salam
    Henry

    Henry:
    ya, benar. SB Chandra! Kami juga mengoleksinya (jauh dari komplet juga!). Mudah-mudahan bisa menulis tentang dia, tapi paling tidak, jika menulis perihal AH, pastinya jadi bahan pembanding. Salam juga. (eka kurniawan).

  5. mahsun says:

    Banyak karya Anda yang sudah saya baca. Tolong dong kirimin fhoto Anda buat saya. Saya penggemar berat lhoo !

  6. ekakurniawan says:

    @mahsun:
    maaf bgt, sungguh saya enggak terbiasa kasih2 foto. kalo mau ngintip seperti apa tampang saya, di blog ini ada beberapa foto, kok. dan avatar saya, kurang-lebih juga agak mirip, hehehe …

  7. erwan sofyan says:

    Saya punya 35 judul Novel Abdullah Harap, yang cukup menarik menurut saya yaitu Penunggu Jenazah. Tapi kalau dibandingkan dengan SB. Chandra, ya tetap bagus SB.Chandra.

  8. imran gultom says:

    mas eka tlg info alamat sdr. agar semuanya jelas.tks

    1. ekakurniawan says:

      mas imran,
      mas, aku kirim email ke alamat yang anda kasih. mungkin lebih nyaman korespondensi lewat email?

  9. nisky says:

    hi eka! saya merupakan peminat abdullah harahap.ada beberapa buku beliau masih dalam simpanan saya sepeti bisikan arwah ,babi ngepet dan lain2. dimana lagi boleh saya dapati buku2 tulisan beliau?

    1. ekakurniawan says:

      @nisky: saya nyarinya di kios-kios buku bekas, di solo, yogya, jakarta. itu pun enggak terlalu sukses, hanya dapat beberapa jilid. ngiri: temen saya bilang, di perpustakaan kampus di amerika, malah banyak karya beliau :-)

      1. nisky says:

        eka!saya sebenarnya peminat abdullah harahap dari malaysia.heran ya kenapa susah banget nyari karya nya sekarang ini.amerika jauh banget

        1. ekakurniawan says:

          @nisky
          emang susah. mestinya untuk sekelas dia, suatu ketika harus ada edisi “completed works”, macam edgar allan poe.

  10. nisky says:

    terlupa..gimana caranya kalau saya ingin mendapatkan buku tulisan eka? cantik itu luka

    1. ekakurniawan says:

      karena novel “cantik itu luka” udah agak lama, rada susah nyarinya di toko buku jakarta. mesti lewat penerbitnya gramedia.com (bisa pesan online). Tp kalo kamu tinggal di Malaysia, CIL edisi Malaysia mau terbit tahun depan. ditunggu aja :-)

  11. Ira says:

    Wow. Wow. Wow. Abdullah Harahap. Aduh, saya telat banget baca jurnalmu yang satu ini…

    Saya suka banget cerita2 beliau–pokoknya cerita2 horor dan sadis gitu lah–membacanya sedari SMA setelah kenal Poe, Lovecraft, Dracula, Frankenstein-nya Mary Shelley, dll. Beberapa di antaranya dan jadi favorit: Penjelmaan Berdarah. Sayangnya beliau nyaris terlupakan. Dan sampai sekarang masih menjadi salah satu pengarang favorit meski karya2nya dianggap kurang “nyastra”. Lagipula mana pernah sih cerita horor Indonesia naik derajat? :-) Pingin juga baca cerita2 horor pengarang Indonesia yang lebih dahsyat dari pak Abdullah, tapi nggak pernah ketemu lagi.

    Kapan terbit proyek bukunya itu? Nggak sabar buat baca. Ditunggu dan sukses!!

    1. ekakurniawan says:

      @Ira
      Kami masih ngobrol ama penerbit. mudah2an rencana kami terbit Feb 2010 kesampaian.

  12. imam susilo says:

    Aku ingin nulis seperti beliau. sebagian besar karyanya telah aku baca krn dulu aku pernah buka taman bacaan dan sebagian koleksi aku isi dgn buku beliau juga wironya bastian tito. ko pingho ada juga, tapi cuma dikit. Klo bs tolong kirim foto beliau. thanks…

  13. Donny says:

    judul yang paling berkesan waktu saya smp tentu saja bisikan arwah dan lemari antik…..khusus lemari antik saya masih teringat sampe sekarang ending cerita itu….tokoh utamanya…terus mengayunkan kapaknya dengan kesetanan ( saya lupa apa yang dia kapak ) tapi yang pasti situasinya sdg mencekam,ketika di detik terkahir,usahanya berhasil, ternyata dia sedang mengkapaki pintu lemarinya sendiri, lemari antiknya….sungguh..sampe saya punya anak satu,judul itu yang paling berkesan…sayang bukunya hilang entah kemana…

  14. ANDI HALIM says:

    Bro.. aku koleksi buku buku horror jadul.. ini kalau mau referensi judul judul buku karangan Abdullah harahap yang aku tau dan beberapa aku punya

    ARWAH MENUNTUT BALAS
    ARWAH YANG TERSIA-SIA
    BABI NGEPET
    BANGKIT DARI KUBUR
    BERCINTA DENGAN SETAN
    BILA MALAM TIADA BERBINTANG
    BISIKAN ARWAH
    DALAM CENGKERAMAN IBLIS
    DEMI ROH IBUNDA TERSAYANG
    DENDAM BERKARAT DALAM KUBUR
    DENDAM IBLIS CANTIK
    DENDAM ROH JEJADEN
    DOSA TURUNAN
    GAUN PENGANTIN
    IBLIS YANG CANTIK
    JERIT MAYAT DARI LIANG LAHAT
    JERITAN DARI PINTU KUBUR
    LUKISAN BERLUMURAN DARAH
    MAHLUK KEMBAR TERKUTUK
    MAHLUK PEMAKAN BANGKAI
    MANUSIA SRIGALA
    MISTERI PERAWAN KUBUR
    MISTERI PINTU GAIB
    NYAI BANJARSARI
    PANGGILAN DARI NERAKA
    PEMENGGAL KEPALA
    PEMUJA SETAN
    PENGEMBAN KUTUK
    PENGHISAP DARAH
    PENGHUNI HUTAN PARIGI
    PENGHUNI-PENGHUNI ALAM GAIB
    PENJAGA KUBUR
    PENUNGGU DARI KEGELAPAN
    PENUNGGU JENAZAH
    PERAWAN TUMBAL SETAN
    PUTERI PENELUH
    RITUAL BISIKAN ARWAH
    ROH DI MASA LAMPAU
    SENGGAMA KUBUR
    SUARA DARI ALAM GAIB
    SUMPAH LELUHUR
    TANGAN – TANGAN SETAN
    WAJAH-WAJAH SETAN

    Thanks Bro semoga ada manfaat nya ya.. sukses untuk anda..

  15. suzan harahap says:

    Sekitaran bulan Juni – Juli 2010 buku2 Abdullah Harahap akan diterbitkan kembali oleh Gramedia… Bahkan ada beberapa judul dan cerita baru yg belum pernah dipublish tuh… wait n see then buy… ok :)

  16. Mc Chio says:

    Tanya downk, ada yang tau alamat email or contact person TB Gultom Agency ga? Gue mo ngadain kerja sama dengan TB Gultom Agency.
    Buat temen2 blogger yang tau infonya, share ke email gue ya? Thanks

    1. ekakurniawan says:

      @Mc Chio
      Maaf saya nggak punya kontak TB Gultom. Saya malah bertanya2 apakah mereka masih ada atau tidak? Sejauh yg saya tahu, buku2 Abdullah Harahap sekarang malah mau diterbitkan kembali oleh Gramedia.

  17. Elisa says:

    Aku suka novel 2 d atas.dulu aq sering beli,dan aq paling suka sama novel (Penunggu jenajah sama Sumpah leluhur,skrng bagaimana klw aq mo mendapat kan buku2 itu

  18. meysha says:

    salam…
    dulu semasa kecil saya juga pengemarnya Abdullah Harahap. Banyak novelnya yang sudah saya baca. Biasanya didapat dengan membeli atau meminjam. Yang paling saya sukai adalah novelnya yang berjudul SETANGKAI MAWAR BERDARAH, MISTERI LEMARI ANTIK serta trilogi MISTERI ANAK-ANAK IBLIS, LANGKAH-LANGKAH IBLIS dan TARIAN IBLIS….

  19. dhika says:

    Mas eka saya mau tanya gimana cara mengirim naskah untuk dinovelkan, ? Trus, mas eka punya no telepon penerbit Paradoks kasih tahu dong ?!

    1. ekakurniawan says:

      Kirim aja langsung ke penerbit dlm bentuk naskah sudah lengkap (kalau bisa diprint, jangan bentuk file). Penerbit Paradoks aku lupa nomor tlpnya, tapi itu imprint Gramedia. Alamat dan nomor tlp biasanya sih ada di sampul belakang buku. Langsung saja datang ke sana ;-)

    2. dhika says:

      Mas Eka saya sudah ngirim naskah saya keparadoks tapi nggak ada jawaban atau keterangan, saya ngirim melalaui jasa kiriman kilat. Biasanya kalau ngirim naskah bakal ada jawaban atau tidak, terus berapa lama jawaban akan diterima pengirim atau penulis.

  20. dhika says:

    Oya, mas eka kalau naskah oke dan bisa diterbitkan terus bagaimana perjanjian masalah honornya, tolong kasih keterangan dan jawaban.

    1. ekakurniawan says:

      @dhika
      biasanya sih ada jawaban dari penerbit. tapi memang bisa sebentar atau lama (bisa 3-6 bulan). lebih jelas, mending kamu tanyakan saja langsung ke penerbitnya. soal honor dan lain-lain, pastinya nanti dibicarakan di kontrak antara penerbit dan penulis jika naskahmu akan diterbitkan.

Comments are closed.