Inception: Ide itu Virus

Seperti virus, ide bisa berkembang pesat di pikiran seseorang. Soal apakah itu menghancurkan atau membangun, itu perkara lain. Itulah yang ada di benak Cobb, sekaligus inti cerita dari film karya Christopher Nolan, Inception.

Tapi sebagaimana virus, tentu saja ada prasyarat tertentu suatu ide bisa berkembang cepat. Menurut Cobb, salah satu yang paling utama: ide harus sesederhana mungkin, sehingga mudah dipahami. Selain itu, ini juga yang paling penting: pikiran harus menerimanya sebagai sesuatu yang logis. Jika prasyarat itu terpenuhi, sekali ide sederhana tersebut ditanam, ia bisa berkembang menjadi apa saja.

Tentu saja kita semua tahu premis tersebut. Virus ide itu kita saksikan tiap hari: kita ciptakan, kita konsumsi, dan bahkan menjangkiti kita. Karya-karya filsafat diciptakan, apa lagi jika bukan untuk menyebarkan ide. Ide-ide ini bisa sederhana, bisa pula kompleks. Yang kompleks masih mungkin untuk berkembang: asal pikiran yang menerimanya bisa memahami logika di dalam ide tersebut.

Tak hanya karya-karya filsafat: novel, seni rupa, pertunjukan, film itu sendiri, bahkan iklan, fashion, arsitektur, pada dasarnya upaya manusia untuk menyebarkan virus ide. Soal ide yang disebarkan penting atau tidak, itu juga perkara lain.

Tesis Cobb (diperankan oleh Leonardo DiCaprio), tentu saja harus dibuktikan. Dan untuk itu, ia harus mencobanya. Dalam percobaan ini, Cobb hanya ingin menanamkan ide sederhana: “Bahwa dunia ini tidak nyata”. Kemana ide harus ditanamkan? Tentu saja ke pikiran manusia. Ke pikiran paling dalam: alam bawah sadar. Cobb mencoba memasukkan ide ini ke pikiran istrinya, Mal (Marion Cotillard).

Ide itu pada dasarnya juga bukan ide kemarin sore. Kaum agamawan sudah sering mengatakannya, “bahwa dunia ini tidak nyata” (yah, surga dan neraka bagi mereka lebih nyata). Ide sederhana ini bisa diterima hanya jika pikiran bisa menerima logikanya. Bagaimana Cobb meyakinkan Mal, bahwa “dunia ini tidak nyata” adalah ide yang logis?

Film ini memang rada Freudian. Ingat tesis Freud bahwa mimpi adalah “royal road to unconscious”. Melalui mimpilah, Cobb mencoba menanamkan gagasan sederhananya ke alam bawah sadar Mal. Di sinilah teknologi yang dimiliki Cobb menjadi berguna. Dikisahkan ia memiliki teknologi yang bisa menghubungkan mimpi seseorang dengan mimpi yang lainnya.

Cobb berhasil membawa istrinya ke dalam mimpi. Tak hanya itu, ia membawa Mal ke dalam mimpi di dalam mimpi, dan terus masuk ke bawah hingga mencapai level empat bawah sadarnya. (Jadi bayangkan, kamu memakai obat-obatan untuk tertidur dan bermimpi, di dalam mimpi itu kamu juga memakai obat-obatan tersebut agar kamu tertidur lagi dan bermimpi lagi). Hingga di alam bawah sadar mimpi mereka, Cobb dan Mal membangun kehidupan baru, di dunia yang senyap, hanya mereka berdua. Sampai kakek-nenek.

Di sanalah Cobb membisikan idenya: “dunia ini tidak nyata”. Ketika mereka kembali ke kehidupan yang sebenarnya, sesuatu berubah. Mal benar-benar meyakini bahwa “dunia ini tidak nyata”. Tentu saja Mal bisa memahami logika di balik ide sederhana tersebut. Ia pernah masuk ke dalam mimpi hingga jauh ke dalam mimpi di dalam mimpi di dalam mimpi di dalam mimpi. Ia tahu semua mimpi tersebut tidak nyata: mereka bisa mengakhirinya kapan saja “dengan satu tendangan”.

Jadi sangat mudah untuk Mal meyakini bahwa “dunia ini tidak nyata”. Tapi ia perlu membuktikannya, bukan? “Dengan satu tendangan”: ia harus membunuh dirinya, agar terbangun di “dunia nyata”. Ide sederhana itu telah menjadi virus. Ia cukup sederhana untuk dimengerti. Ia memiliki logika yang menguatkannya. Prasyaratnya cukup untuk berkembang-biak kemana-mana. Dan ide yang sederhana bisa mematikan, lebih hebat daripada virus apa pun, di habitat yang tepat.

One comment on “Inception: Ide itu Virus

  1. pelukiscahaya says:

    Ane dah nnton tu film. Dalam karya2nya Nolan memang selalu bermain dalam tegangan antara consciousness n unconsciousness. Memento, Batman Begins, The Dark Knight, dan tentunya Inception.

    Kira2 totemnya si Cobb pada akhir film itu jatuh gk ya??? :D

Comments are closed.