Gratis 2 Buku “Cinta Tak Ada Mati”

Maaf nih, karena sibuk nulis, jadi jarang ngeblog. Sebagai gantinya saya mau kasih oleh-oleh berupa buku kumpulan cerpen “Cinta Tak Ada Mati” untuk dua orang pengunjung blog ini yang menjawab pertanyaan berikut: “Kenapa kamu suka membaca?” Pemenang tidak akan diundi, tapi akan saya pilih sendiri yang asyik buat saya. Sila jawab di bagian komentar. Komentar akan ditutup 21 Maret 2010. NB. Berlaku hanya untuk yang memiliki alamat pengiriman pos di Indonesia :-)

49 comments on “Gratis 2 Buku “Cinta Tak Ada Mati”

  1. imam says:

    kenapa suka membaca? membaca bisa bikin mesra. kadang mesra sama kenyataan yang deket-deket, atau kadang justru sama yang jauh-jauh. rekayasa dunia di dalam kepala sendiri.

  2. tofan says:

    karena membaca bagi saya adalah sebuah rekreasi, rekreasi di dunia kata-kata.

  3. ito says:

    cukup duduk untuk tau dunia

  4. Membaca membuat saya berimajinasi

  5. Sayekti says:

    Saya sudah lupa knp saya suka baca krn udah dimulai sejak kecil siy. . .dr SD suka bc Lima Sekawan, Trio Detektif,STOP,LUPUS,dll. . .cerita2 itu kn bikin penasaran,jd pgn banyak baca. Ya sudah,lama2 jd kecanduan,kebiasaan dan kebutuhan. Ktka kita melihat sesuatu yg menarik, kita akan lngsung suka kan,bgt jg ktka baca. . .lama2 pgn terus. . .binun kl ditanya knp. . .krn butuh tau bnyak hal aja mungkin. . .suka penasaran soalnya…

  6. indra gunawan says:

    Membaca itu seperti… menyuapi otak dengan kudapan ide-ide,lalu dicerna dalam proses pemikiran,mungkin perlahan,tapi bisa juga seketika.kerap melahirkan gagasan,tapi yang pasti malah makin bikin lapar.

  7. agus salim says:

    saya suka membaca hanya untuk 1 alasan yaitu mendapatkan ilmu sebanyak-banyak biar tambah bijak dan setidaknya bisa bermanfaat dalam hidup.

  8. agus salim says:

    saya suka membaca hanya untuk satu alasan : mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya

  9. Bibi says:

    karena membaca itu seperti merokok: nagih!

  10. Membaca membawa diri pada ruang tanpa batas. Mengajak bercermin, larut dalam konflik yang menawarkan 1001 tanya. Terus berkelana, mengajak tertawa, dan menangis yang berujung pada kepuasan. Seperti birahi yang sarat dengan penasaran, benar-benar butuh pelepasan.

    Trim’s

  11. sulis says:

    dengan membaca, saya mengalami hal yang belum/tidak pernah saya lakukan/saya alami

  12. em. syuhada says:

    karena saya manusia. sebab, yg membedakan manusia dg makhluk lainnya adalah kesediaannya membaca, tak hanya tekstual. tapi yg paling penting adalah membaca kontekstual…

  13. denioktora says:

    dengan membaca aku seperti menemukan seorang sahabat yang selalu setia berbagi cerita denganku. dan ia selalu setia menemaniku saat menunggu bus di halte, saat berada di antrian klinik, saat menyeruput kopi di pagi hari, saat tak ada kekasih yang menemaniku untuk bermalam minggu.

  14. em. syuhada says:

    karena saya seorang manusia

  15. anwar says:

    mencari arti dan pelepasan…

  16. Bruce says:

    M’baca serupa mnjd p’dengar yg baik.Lepas dr kbiasaan umat yg sllu ingn didengr.Mndegar isi hati si penulis sbg psannya.

  17. fca says:

    kalau ditanya kenapa.. aku tidak tahu…membaca itu sebuah hobi yang menyenangkan bagiku. Mungkin, alasan yang lebih menarik jumlahnya saaangaat banyak, tapi hanya satu yang kutahu bahwa membaca itu jiwaku.

  18. isnuansa says:

    Memang, untuk mendapatkan pengetahuan, tidak hanya -melulu- bisa diperoleh dengan membaca. Bisa kita dapatkan dari melihat, mendengar, atau bahkan harus mengalami sendiri pengalaman tersebut. Tetapi, bacaan adalah sumber ilmu pengetahuan yang tak berbatas. Dengan membaca, kita bisa mengetahui dan mencari apapun ilmu pengetahuan yang kita perlukan.
    Oleh sebab itulah saya suka membaca, demi ‘memperkaya’ diri. Tanpa henti.

  19. Yella Ojrak says:

    Uuu… Panjang ceritanya… Aku kasi link ke cerita yang panjang itu aja ya, Mas (udah terlanjur di sana soalnya…)
    http://yellaojrak.com/2010/03/09/reminiscence-1/

    *semoga dapet*
    *semoga dapet*
    *semoga dapet*
    *semoga dapet*
    :)

  20. karena membaca adalah kebutuhan spiritualku. dgn membaca, aku jg selalu bisa merasa asyik menelusuri “dunia” yg digambarkan oleh penulisnya. apalagi kalau yg kubaca adalah buku sastra, dan penulisnya menuliskan sebuah cerita dengan gaya, plot, atau sebutlah nuansa yang terhitung baru dan segar.

  21. Jusuf says:

    dengan membaca saya bs bercakap2 dengan Bung Karno, Pram, Syekh Abdul Qodir Jailani, Eka Kurniawan, dan banyak lagi. Saya jadi bisa menghadirkan mereka tanpa mantra, tinggal buka buku, maka mereka pun seketika membuka percakapan, bercerita, menasehati, mengajak melawan dan menertawakan dunia bersama2.

  22. Yella Ojrak says:

    Suka baca. Tadinya karena memang ditanamkan papa saya. (full story here: http://yellaojrak.com/2010/03/09/reminiscence-1/ ) Tapi makin tua, membaca makin jadi kebutuhan. Kalo ngga dapet bacaan otak saya ngedumel kelaparan.

  23. mgkn org slalu menjawab kalo membaca sama halnya membuka dunia. tp bagiku,membaca it sebuah kebutuhan kdg sebuah tuntutan jg.entah kebutuhan ato tuntutan, membaca dapat memberi inspirasi yg dapat mere-kreasi suatu karya.

  24. cikie wahab says:

    Saya membaca karena saya punya MATA. rugi dong kalau g di manfaatin. heheh. peace!

  25. haryati samanmadyawiyana says:

    Aduh..m eka baik bgt nie m0 bgi2in buku,ak stu yah..he..yup mmbaca?knpa suka?ju2r sie dLu enggak suka baca (buku)entah knpa bbrp taun blkngan nie ak enggak bs tdur diatas jm 11 mlm,minum obat tdur sm halny mmsukkn rcun k dlm tubuh,buknkah tubuh kt nie sbnrny myt yg kt pinjem (mngutip sjk joko pinurbo)ksihan dong kLu djejali obt2 gtuan,he..obat bs tdurku yg lmyn mujarap y bku..alias mmbca yup..mmbca tuh d0ngeng mlm yg bs mmbntuku tdur,he..

  26. Darminiyanti says:

    Membaca memungkinkan saya melakukan perjalanan menembus ruang dan waktu, fisik dan ruhani dengan biaya yg jauh lebih murah.

  27. mufti aly says:

    karena membaca itu pekerjaan yang paling gampang dilakukan, dan yang paling penting bisa dilakukan sambil macam-macam. (sambil duduk, sambil telentang, sambil rebahan, sambil makan, juga “membuang sisa makanan)

  28. Ditta santika says:

    Membaca bisa membuatku jadi diri sendiri, menjadi pengembara yang tak pernah lelah menyusuri sudut-sudut pemikiran dan lorong-lorong kehidupan yang bahkan tak pernah kutemui dan kujalani. Membaca bisa membelahku menjadi banyak tanpa menghiraukan sebuah penilaian,benar-benar tanpa batas.Dengan membaca aku bisa merasa benar-benar hidup.Mungkin terkesan lebay,tapi itu yang ingin kukatakan..

  29. Ferry Fauzi Hermawan says:

    Karena saya kasihan pada penerbit, editor, dan penulis seperti mas eka yang sudah berdarah-darah menerbitkan buku. Kebayang sudah berjibaku mengurai kata menjadi sebuah buku kalau tidak dibaca? belum dengan buruh-buruh pabrik kertas, pohon-pohon yang batangnya dijadikan bubur kertas dan masih banyak lagi. Dengan lain kata, lewat membaca saya telah beramal dan memberi nafkah pada banyak orang secara tidak langsung. Begitu mas Eka. itulah alasan saya membaca. Tidak lebih dan kurang.

  30. Mirza Dhokita says:

    Sederhana.
    Karena selain untuk kepuasan pribadi, saya butuh beragam informasi sebagai tambahan pengetahuan utk murid2 saya. Info2 ini seringkali sangat mencairkan dan menghidupkan suasana.
    Saya juga butuh bahan yg dapat dikembangkan dan diceritakan kembali pada anak2 saya dirmh.
    Yg jelas, suami saya sangat suka buku, apalagi sastra. Jd membaca berarti mempertemukan kami berdua.

  31. Nurul says:

    Membaca bisa tahu beragam watak manusia tanpa bersentuhan lgsg..jadi suka2 penulisna..membaca spt ayah menuntun anaknya,penulis menuntun pembaca.

  32. Rohmat says:

    Kenapa ya? Kalau dulu, saya suka membaca karena itu menyenangkan, menenangkan dan menghibur. Juga menambah wawasan tentang segala hal karena saya tidak memilih-milih dalam membaca buku (buku apapun, baik itu fiksi maupun non-fiksi).

    Kalau sekarang, saya suka membaca karena saya bisa mendapat inspirasi atau ide-ide menarik untuk menulis (walaupun kemampuan saya masih ecek-ecek). Selain itu, kemampuan bahasa dan menulis saya bisa terus terasah karena saat membaca saya selalu memperhatikan diksi dan penyusunan kalimatnya, sehingga saya tahu bagaimana menuliskan kalimat yang menarik dengan diksi yang unik, walaupun saya merasa belum bisa menerapkannya secara maksimal.

    Saya suka membaca karena saat membaca saya seolah berada dalam dunia lain, dunia yang ada dalam buku yang saya baca. Karena setiap kali membaca saya selalu memvisualisasikan apa yang saya baca dalam pikiran saya. Meskipun membutuhkan waktu sedikit lebih lama, tapi saya menikmatinya karena itu menyenangkan dan rasanya sangat berbeda daripada hanya sekedar membaca.

  33. membaca untuk memperkaya tulisan saya, secara saya juga gemar menulis. Selebihnya sebagai hiburan dan terapis sebagaimana juga menulis.

  34. tukangtidur says:

    “Saya suka membaca, karena membaca adalah menengok keluar jendela.” :)

  35. Ahamdirun says:

    membaca karana ingin membunuh kejemuan waktu menunggu atau di saat kemacetan. seperti kita tahu pelayanan publik di negeri ini sangat memungkinkan kita menunggu lama. Biar gak jemu dan marah, membaca ajah. Makanya saya ke mana-mana selalu bawa bekal buku.

  36. Karena ingin menghemat, karena kalo membaca saya jadi lupa makan dan merokok. Selain itu, karena ingin memperkaya dan lebih menghidupkan tulisan saya yang juga senang menulis.

  37. t42n says:

    karena aku punya bnyk waktu luang, daripada nggak ada kerjaan mendingan membaca…mo nebeng di toko buku juga ga pa pa, yg penting baca….koran bekas juga ga pa pa, yg penting bisa baca….

  38. milito says:

    katanya abangku, karena dia kerja di toko buku makanya suka membaca. katanya guruku karena beliau dah lama jadi penjaga perpus, eh…si bagong malah ikut2an ktanya karena dia jadi OP warnet yg mau gak mau musti melototin tuh tulisan2 seantero negeri. tp kata gua sich…karena gw males nulis makanya gue baca. kalo gw dah malas baca, baru deh gw nulis lg. hehehe….
    itu saja. titik.

  39. Rachmat Budi M says:

    Membaca itu olah raga pikir, menjauhkan dari sakit gila. Jadi sehat jiwa !

  40. yaser says:

    YTH. Tuan Eka Kurniawan. Meski saya bermimpi untuk menjadi kepinding buku, tapi saya tidak tahu apakah saya ini tergolong suka membaca atau tidak. Lagi pun, tak ada lembaga yang telah menyurvey daya suka baca diri saya. Jadi, kalau saya menggolongkan diri saya ke dalam seberinda para penyuka baca, saya rasa telah ada keangkuhan dan narsisme huruf di dalam dada kiri saya. Tapi, sudahlah. Yang saya yakin, terkait membaca, sebaiknya saya hanya akan bilang sesuai dengan status saya: penganggur. Bahwa penganggur yang suka membaca-menikmati buku, lebih enak didengar beritanya daripada pegawai negeri yang sama sekali tak membaca buku. Itulah. Saya akan berusaha untuk menjadi penganggur yang enak didengar kabarnya itu. Amin.

  41. farid firdaus says:

    aku membaca buku, maka aku ‘membaca” dunia untuk kemudian menuliskannya.

  42. irwan bajang says:

    dulu aku membaca karena gak ada kerjaan di sekolah, waktu SD. Uang jajan hanya cukup buat sekali belanja dan jajanan hanya ludes kurang dari lima menit. Saya ke perpustakaan yang sepi dan lama sendirian, membaca2 buku bergambar dan sesekali iseng mencurinya dan membawa pulang. Saya berpikir, kenapa buku sebanyak ini gak ada yang baca? daripada lapuk, satu demi satu, buku perpustakaan saya pindahkan ke rumah saya, hehehe.

    Sekarang saya semakin cinta membaca, saya punya adik2 dan mungkin kelak saya akan jadi bapak. Malu donk kalo saya terlihat begok saat anak saya kelak mau minta didongengkan, dan saya tak punya stok cerita gara2 gak pernah membaca. Atau malu donk, saya nggak bisa jawab pertanyaan anak saya yang sepele dan terpaksa membohonginya, hanya karena saya nggak punya banyak pengetahuan lewat membaca. Makanya saya membaca, buat investasi masa depan dan buat keturunan saya, biar pada pinter semua, siapa tahu gen saya berubah gara2 membaca dan anak saya kelak jadi cerdas2. Hahahaha

  43. adinto fajar says:

    saya suka membaca karena tidak (mau) punya tivi…hahaha
    (dan karena tivi terlalu membosankan, tidak bisa dibaca)

  44. asep sofyan says:

    Karena aku semakin bosan dengan dunia materi. Aku bahagia di alam imaji. Oh, seandainya aku bisa tetap di sana selamanya.

  45. f moses says:

    sebab tubuh saya cuma memiliki pori-pori hanya selebar titik-sangat tak mungkin saya jadikannya sebagai jendela, apalagi jendela dunia. maka saya menggunakan mata-satusatunya anugerah mahakuasa tiada dua dan tiada tara; menjadikan saya bisa melihat dan kemudian membacanya. kira-kira itu alasan saya mengapa suka membaca; tak lain bentuk menghargai pemberian-Nya dan penulis itu yg telah menuliskan sesuatu untuk saya baca. selain itu (tanpa maksud berteletele), membaca tak lain pula sebagai kebutuhan buat tubuh kedua saya-sebab saat tubuh pertama istirahat, maka tubuh kedua saya biarkan untuk membaca; hingga kedua tubuh saya selalu mampu saling mengisi.

    O ya, sebab dengan membaca pula, makin lebih/ serasa intim dengan penulisnya (meski cuma tulisan belaka yg mesti dibaca); buat saya lebih dari itu–sebab “tulisan sudah menjadi daging” (lebih dari sekadar kata-kata), maka perlu buat dibaca.

  46. Bung Eko says:

    Ah, kebetulan sekali tempo hari saya membahas topik ini di blog (http://www.bungeko.com/2010/03/betapa-saya-mencintai-buku.html). Bagi saya, buku adalah teman setia yang mendampingi saya sejak masih kecil mula. Ketika sendirian, bukulah yang menemani saya, menceritakan tentang dunia dan segala tingkah polah penghuninya. Ketika saya sedih, ada buku yang menghibur. Ketika saya patah semangat, ada buku untuk kembali meraih optimisme.

    Dan, kini buku juga menjadi sarana menjalin keakraban antara saya dan istri yang kebetulan juga hobi membaca, baik dengan mendiskusikan buku yang pernah kami baca, maupun berbagi pengalaman mengenai buku yang saya atau ia pernah baca. Begitu dominannya peran buku dalam kehidupan saya, sampai-sampai saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika saya hidup tanpa buku.

    ^_^

  47. eka sulistyowati says:

    mmbaca???melatih otak untk sllu brfikir selain tiu jg hiburan yg mndidik..:)
    dan karna ilmu banyak didapat hanya karna membaca..
    meruginya orang2 yang tak suka membaca krna mereka khlngan sbagian ilmu yg brmanfaat..:)

  48. Dengan membaca saya jadi tau banyak hal.. dari mulai hal-hal yg memang sedang saya caritau sampai dengan hal-hal yg saya ga mau tau tapi akhirnya jadi mau tau lebih banyak karena tidak bisa berhenti membacanya…

    karena membaca saya menjadi lebih dewasa.. tapi karena membaca pula saya tidak lagi menjadi selugu saat saya belum bisa membaca…

  49. ekakurniawan says:

    Seperti saya janjikan, komentar teman-teman mengenai pertanyaan “kenapa suka membaca”, saya tutup malam ini. Susah juga nyari dua komenator dari 48 posting. Tadinya, karena pengisi komentar banyak sekali, sempat terpikir untuk menambah satu buku untuk diberikan secara cuma-cuma, tapi kemudian saya putuskan untuk menahannya dulu. Tanpa bermaksud bertele-tele, ini dua komentator yang akan memperoleh kiriman buku “Cinta Tak Ada Mati”:
    (1) Imam, dengan komentar “kenapa suka membaca? membaca bisa bikin mesra …” (yg pertama komentar!)
    (2) Ferry Fauzi Hermawan, dengan komentar “Karena saya kasihan pada penerbit, editor, dan penulis …” (gokil sekaligus miris).
    Saya akan mengontak keduanya lewat email. Untuk yang lain, trims ya udah berpartisipasi. Sering-sering berkunjung ke blog ini, karena saya pasti, jika Tuhan menghendaki, bagi-bagi buku lagi di kesempatan lain.

Comments are closed.