Detail dan Trik Meyakinkan Pembaca

The devil is in the details.

Salah satu tugas penulis adalah meyakinkan pembaca. Persinggungan saya dengan bacaan (yang baik maupun buruk), serta usaha-usaha penulisan saya, mengajarkan saya trik-trik sederhana untuk meyakinkan pembaca. Salah satunya, bagaimana kita menghadapi detail, terutama menyangkut angka dan jumlah.

Mari kita langsung saja. Dari pengalaman saya, menulis “567 orang kelaparan, 47 di antaranya balita” lebih meyakinkan daripada sekadar menulis: “Ratusan orang kelaparan.” Kalimat pertama menyiratkan penulis sungguh-sungguh memegang data sehingga tahu persis jumlahnya, sementara kalimat kedua terkesan kita memperoleh data sekunder, atau bahkan sekadar kabar burung.

Tapi agak berbeda di sini: menulis “Saya berumur 27 tahun” lebih meyakinkan daripada “Saya berumur 26 tahun, 7 bulan, 4 hari.” Dari contoh ini, saya merasa detail tak selalu membantu untuk meyakinkan pembaca. Ada kesan berlebihan ketika kita menyebut umur yang terlalu detail. Dalam hal ini, detail yang moderat mungkin lebih meyakinkan dengan cara seperti ini: “Saya berumur 27 tahun pada Agustus yang akan datang.”

Demikian pula dalam contoh kasus seperti ini: menulis “Kami saling mengulum bibir lama sekali” bisa lebih meyakinkan daripada “Kami saling mengulum bibir 9 menit 7 detik.” Di contoh ini pun, kembali detail tidak berfungsi baik sebagai alat untuk meyakinkan. Dalam kasus ini, faktor kebiasaan kita umumnya menjadi penting. Sebagaimana umur, kita cenderung tak pernah menghitung berapa lama kita berciuman. Tapi kita mungkin menghitung berapa antrian di depan pintu dokter, sehingga lebih baik mengatakan “Ada dua puluh tujuh orang antri” daripada “Ada banyak orang antri.”

Dari pengalaman-pengalaman di atas, saya menyimpulkan, detail berfungsi baik untuk meyakinkan pembaca, sejauh itu bersifat paralel dengan kebiasaan umum dalam menangkap detail tersebut. Terutama jika menyangkut angka. Kita cenderung menghitung umur bayi dalam hitungan minggu atau bulan (“berumur 24 bulan,” misalnya), tapi menghitung umur orang dewasa dalam hitungan tahun (maka jangan sebut “berumur 351 bulan”).

Selain itu detail angka juga tak akan berfungsi untuk sesuatu yang sulit atau bahkan mustahil untuk diverifikasi. Misalnya, menulis “Kuburannya dinaungi jutaan bintang” tampak lebih meyakinkan daripada “Kuburannya dinaungi 52.688.634 bintang.” Lagi-lagi detail tidak berfungsi baik, sebab pembaca tahu sangatlah sulit untuk menghitung jumlah bintang dengan pasti. Sama seperti kenapa kita menghitung beras dengan ukuran kilogram atau liter, dan tidak dengan ukuran berapa juta butir.

Itu merupakan beberapa trik menyangkut angka yang kerap saya pergunakan, yang saya pelajari dari proses penulisan saya. Tentu saja trik-trik lain menyangkut angka atau jumlah bisa kita temukan bersama semakin seringnya kita berproses menulis. Intinya, saya percaya detail dan pengamatan yang jeli sangat penting dalam proses penulisan. Tapi penanganan kita atas detail itu pun, tentu saja juga sangat penting. Dengan kata lain: data penting, tapi cara menyajikannya juga penting. Atau analogi dalam memasak: bahan baku penting, tapi cara memasak yang salah bisa membuat makanan tidak enak.

Di luar urusan angka, tentu kita juga perlu mempelajari trik-trik lain. Sejauh pengamatan saya, misalnya, menulis “Kuda berkulit pink” lebih meyakinkan daripada “Kuda berwarna pink.” Tentu ada alasan-alasan tertentu di balik itu. Kita bisa menelaahnya. Tapi daripada terus menerus bergumul dengan contoh-contoh, dan bahkan teori-teori, jauh lebih baik kita mencobanya dalam praktek langsung di proses menulis. Menulis satu kalimat lalu kita uji, apakah kalimat itu sudah cukup meyakinkan? Jika belum, kita coba dengan kalimat lain.

Selamat mencoba dan selamat meyakinkan pembaca.

5 comments on “Detail dan Trik Meyakinkan Pembaca

  1. zainuri says:

    yups. detail akan sangat membantu jika tepat sesuai porsinya. Dan dalam ilmiah populer akan sangat meyakinkan jika data-data itu disertakan tanpa membuat pembaca bingung…

    thanks..

  2. fahry says:

    wah, jadi tambah tahu n mau coba nich….
    maksih pak Eka….

  3. ude baha says:

    inpo TOP, pastinya aku akan meyakinkan pembaca dengan tulisanku.

Comments are closed.