Apakah Para Pejabat Ditakdirkan untuk Bego?

Malam ini, dengan terpaksa saya mendownload semua file yang saya simpan selama sepuluh tahun terakhir di Yahoo Briefcase. Sambil melakukan itu, saya browsing dan menemukan satu tulisan lucu di sebuah blog. Saya kutipkan kembali di sini, sebab ini mengingatkan saya kepada peristiwa yang saya alami sekitar dua belas tahun lalu.

US/Canada Border Officer: “Are you coming for business or pleasure sir?”
Me: “Business”
Officer: “What is the nature of your stay?”
Me: “I’m a web developer and I’m meeting with a client in Oregon to discuss a project.”
Border Officer: “What’s the name of the client?”
Me: “pMachine.”
Officer: “Are you bringing any websites with you?”
Me: Blank stare
Officer: “Do you have any websites in the car, sir?”
Me: “Ummm… no, websites are on servers; I’m not bringing anything physical with me.”
Officer: “Then how do you bring them to your client?”
Me: “Umm… I’m actually just going to meet with the client to discuss a website, I’m not bringing them anything.”
Officer: “Okay, then, enjoy your stay.”
( 30 seconds of silence )
Heather: “Next time, you say, ‘For pleasure.’”

Tentu tak perlu saya jelaskan dimana lucunya. Mengenai pengalaman saya dua belas tahun lalu: itu terjadi tahun 1997, sekitar dua atau tiga bulan sebelum Pemilihan Umum dimana Soeharto terpilih kembali. Saya ikut demonstrasi menolak Soeharto dan bersama beberapa teman, tertangkap (oleh tentara, bukan polisi). Ini adalah transkip interogasi (saya panggil dari ingatan) yang juga bikin saya “blank stare“.

Interogator: Nama?
Saya: Eka Kurniawan
Interogator: (sambil mencatat dengan mesin ketik) Tanggal lahir?
Saya: 28 November 1975
Interogator: Alamat asal?
Saya: (menyebutkan alamat orang tua di Pangandaran, tak ada alasan untuk berbohong sebab KTP sudah diminta lebih dulu)
Interogator: (sok ramah) Jadi orang Sunda? Ngapain ikut-ikutan demo?
Saya: (membuka mulut, bersiap memberi banyak alasan kenapa ikut demo menolak Soeharto)
Interogator: Nggak usah ngomong. Aku tahu kamu pinter, kamu bisa debat.
Saya: (mengangkat bahu)
Interogator: Kita lanjutkan. Apa ada keluargamu yang tersangkut PKI?
Saya: Enggak ada.
Interogator: Terus, apa yang kamu lakukan tahun 1965?
Saya: (Blank stare)
Interogator: (mengulang) Apa yang kamu lakukan bulan Oktober 1965?
Saya: (Tambah blank stare!)

Susah kan menghadapi para officer begini?

Baiklah, mengenai download file, baru-baru ini Yahoo merilis pengumuman di situs Yahoo Briefcase seperti ini:

Briefcase will be closing on March 30, 2009.
You must download or delete your files before this date.

Saya mempergunakan layanan Briefcase bahkan sejak saya mengenal Yahoo. Lumayan, bisa nyimpan file di internet, sehingga bisa saya ambil dari mana pun. Seluruh tulisan saya, dari cerpen, esai dan novel (dua novel dengan berbagai draftnya) saya simpan di sana. Eh, sekarang mau ditutup. Sambil mendownload, saya mencoba mencari tempat baru yang memberi layanan storage seperti itu. Kalau ada yang tahu tempatnya, saya akan berterima kasih jika diberitahu.

6 comments on “Apakah Para Pejabat Ditakdirkan untuk Bego?

  1. gyahaha… paham benar makna si dialog nginggris n versi Indonesianya. kalok pejabat pandai, apa kata dunia? (itu sebabnya saya percaya sampe detik ini bahwa politik adalah seni mendapatkan sesuatu)

    boz, btw sayah sih gaptek akut dah gitu bangga lagih. maka gak paham ttg layanan penyimpanan ntuh. yang jelas, gudlak ajah wat novel cerpen esai n DLL nyah. hehek *sok akrab gua…

  2. mariana says:

    Saya belum baca tuntas memang, still merasakan suprise saja bcoz baru bertemu Eka, dan kesan pertama, tulisannya wou keren abiz, enak dibaca, bisa dicerna, topik menarik dan satu komenter, setiap pejabat memang ditakdirkan untuk bego, sebab jika dia tak bego-bego, bisa jadi tak pernah ada tulisan ini:)

  3. ekakurniawan says:

    mariana:
    trims udah mampir blogku. lama gak jumpa, ya? aku beberapa kali masih ke Yogya, tapi bisa dibilang gak mampir ke fakultas. Hiks, masa-masa lalu itu!!!

  4. abu daffa says:

    Tul. Emang begitu.

  5. ardie says:

    hehehehehe…
    cuma menjalankan tugas… :P
    saya juga punya pengalaman lucu tentang petugas yg kayak gini…
    lokasi : pondok indah
    event : razia kendaraan oleh kepolisian.
    saya yg berkendara motor diberhentikan.
    petugas X : ‘selamat siang’.
    ardie : ‘selamat siang pak’.
    petugas x : ‘bisa lihat stnk?’ tanyanya sopan.
    ardie : -ngambil dompet dan deg2an karena belom punya sim- ‘ini pak… ‘
    petugas x : -sambil liat motor dan ngecek plat nomor depan dan belakang, kemudian menyerahkan kembali stnk saya- ‘terima kasih, selamat jalan…’
    ardie : -masuk stnk kembali ke dompet, menyalakn mesin, lanjutin perjalanan sambil bingung tadi ada apaan… – :D

    salam kenal ya, mas eka. :)

  6. nina says:

    pertama ketemu mas eka asyik juga..hiii.. maksud nya…tahun 1965????lagi ngapain dong gw??jelasnya lg dimana gw????bego juga tu aparat g bisa baca ato g bisa ngitung??coba deh suruh les sempoa biar agak pinteran dikit

Comments are closed.