A Short History of Tractors in Ukrainian

Ketika saya membaca bagian awal novel ini, sekonyong saya merasa suka. Pertama-tama adalah alasan personal. Persis sebagaimana pembukaan novel itu: Sekitar dua tahun lalu, nenek saya meninggal. Kakek saya, yang tinggal sendirian di desa, memutuskan untuk menikah lagi. Calon istri barunya seorang janda yang jauh lebih muda daripada kakek.

Bisa dibayangkan, ibu saya, anaknya yang paling tua, merupakan yang paling sewot. Jika tidak salah, ia masih marah saat Kakek menjelang meniggal. Tentu saja adik-adik ibu saya yang lain juga ngedumel. Hanya ada satu orang paman saya yang tampaknya merestui pernikahan ini, dengan alasan yang mencoba masuk akal: kakek sudah tua, butuh seseorang yang akan mengurus.

Paman saya inilah yang menelepon saya dan memberitahu. Mencari dukungan, tentu saja. Paman saya rupanya sudah memperhitungkan, akan mudah memperoleh dukungan dari saya. Pertama, saya cucu paling dekat dengan kakek. Kedua, saya terlalu rasional dan tak mau ambil pusing. Dan benarlah, saya mendukung pernikahan kakek dan mencoba meluluhkan hati ibu saya, meskipun tak pernah berhasil.

Akhirnya, terbukti saya dan paman yang satu itu tampaknya salah. Ketika kakek meninggal (hanya beberapa minggu setelah menikah, sebenarnya), barang di rumah kakek hilang dibawa istri baru dan anak-anak tirinya. Tak cuma itu, mereka juga berhasil menuntut sebidang tanah. Apa boleh buat. Kakek meminta maaf pada ibu saya dan anak-anaknya yang lain mengenai keteledoran itu, menjelang meninggal. Saya mencoba mengambil hikmah: tak apalah memberi rejeki kepada orang lain (dalam hal ini nenek tiri saya itu, yang sampai sekarang, saya bahkan belum pernah melihat orangnya).

Novel A Short History of Tractors in Ukrainian (karya Marina Lewycka, vesi Indonesia diterjemahkan oleh Gramedia Pustaka Utama) kurang lebih menceritakan hal yang sama. Si Kakek adalah Nikolai, insinyur asal Ukrania yang bermigrasi ke Inggris setelah invasi Sovyet ke negaranya. Tak lama setelah istrinya meninggal, ia memutuskan untuk menikah dengan perempuan Ukraina yang jauh lebih muda, Valentina.

Motif pernikahan ini sudah jelas: Valentina hanya mencari ijin tinggal di Inggris, dan tentu saja harta. Sementara Nikolai, selain butuh teman tinggal, juga memang dengan tulus ingin membantu seseorang dari negaranya terbebas (kalau bisa, ia ingin membebaskan seluruh orang Ukraina). Di luar itu, ada dua perempuan anak Nikolai yang jelas menentang pernikahan tanpa cinta ini.

Di tengah pertarungan antara Nikolai-Valentina yang ingin membuktikan mereka saling mencintai dan kedua kakak-beradik yang panik si perempuan jalang Valentina akan merampok warisan mereka, terbentang sejarah kelam Ukraina di bawah pendudukan Sovyet. Sejarah ini tergambar dalam tulisan singkat Nikolai, yang ditulisnya di tengah-tengah urusan dengan Valentina, mengenai sejarah traktor.

Lucu. Novel komedi kelas atas! Kamu hanya perlu membaca bab pertama, untuk tahu bahwa novel ini akan membuatmu nyengir, dan terus menikmatinya. Bahkan meskipun kamu tidak punya Kakek yang tinggal sendirian dan mendadak ingin menikah dengan perempuan yang jauh lebih muda seperti yang saya dan tokoh novel ini alami. Percayalah!

5 comments on “A Short History of Tractors in Ukrainian

  1. asepso says:

    Lucu. trus, cerita kakekmu udah dibikin cerpen blm?

  2. roslan jomel says:

    Cerita Kakek kamu itu sudah cukup melucukan. :)

  3. Azeez says:

    Mas Eka, kisah cinta seperti itu dalam kehidupan nyata memang mencengangkan… Ternyata gak fiktif, asli. Tentang kesepian seseorang dan butuhnya ia diurus (dicintai) kadang tak dipahami yang lain. Memangnya pernikahan itu salah bagi yang sudah tua??? Saya juga kenal seseorang yang sudah 40 tahun lebih dan punya anak. Kesepian namun tak ada keluarga yang membolehkannya menikah lagi…..

    Btw, novel ini dah ada edisi indonesia??? Atau ebook gratisnya ada ga???

    1. ekakurniawan says:

      @Azeez
      versi Indonesia diterbitkan Gramedia, aku baca terjemahannya kok.

  4. gayuh says:

    jadi penasaran, saya.

Comments are closed.