14 Cerita Pendek dalam 5 Tahun

Awal tahun 2010, saya mencoba menoleh apa saja yang sudah saya lakukan. Karena terakhir kali saya menerbitkan buku tahun 2005, yakni kumpulan cerita pendek “Cinta Tak Ada Mati” dan re-issue “Corat-coret di Toilet” yang bersama cerita-cerita lain menjadi “Gelak Sedih”, saya nengoknya jauh hingga 2005. Ternyata dari 2005 sampai sekarang, meskipun tentu banyak yang saya tulis, ternyata hanya menerbitkan 14 cerita pendek! Inilah cerita-cerita pendek tersebut:

1. “Tiga Kematian Marsilam”, Koran Tempo, 2006
2. “Teka-Teki Silang”, Playboy, 2006
3. “Semua Orang Pandai Mencuri”, Esquire, 2006
4. “Gincu Ini Merah, Sayang”, Kompas, 2007
5. “La Cage aux Folles”, Koran Tempo, 2007
6. “Penafsir Kebahagiaan”, Kompas, 2007
7. “Gerimis yang Sederhana”, Kompas, 2007
8. “Pelajaran Memelihara Burung Beo”, Esquire, 2007
9. “Pesan Moral”, Suara Merdeka, 2008
10. “Membakar Api“, Kompas, 2009
11. “Taman Patah Hati“, Kompas, 2009
12. “Pengantar Tidur Panjang”, Kompas, 2009
13. “Riwayat Kesendirian”, Esquire, 2009
14. “Jimat Sero”, terbit di buku “Kumpulan Budak Setan”, 2009.

*Angka tahun menunjukkan tahun penulisan.

Hmmm, 14 cerita pendek untuk sekitar 5 tahun … kayaknya enggak bisa disebut produktif. Bahkan untuk menerbitkan keempat belas cerpen tersebut dalam satu buku rasanya malas sekali.

Mudah-mudahan, selama lima tahun itu ada draft-draft yang lebih menjanjikan, dan bisa kelar tahun ini. Amin.

15 comments on “14 Cerita Pendek dalam 5 Tahun

  1. roslan says:

    Bukukan sahaja kumpulan cerpen itu, Mas Eka.

  2. Ucha M. Sarna says:

    Hahahahahhahaha, kurasa hal yg aneh jika Bung Eka meragu untuk membukukannya. Segera bukukan! (maaf bukan intimidasi nih) aku siap menunggu karya Anda. Salam sejahtera Bung

    1. ekakurniawan says:

      @ucha
      Ha? Aneh, ya? Padahal aku baru memutuskan memang tak bermaksud menerbitkan cerpen2 itu dalam satu buku, hehe. mungkin nunggu sampai ada cerpen2 dg satu kesatuan jika dikumpulkan dalam satu buku.

  3. hahaha…, ternyata ada juga yah blogger dari Pangandaran selain saya. Saya pikir cuma saya seorang orang pangandaran yang punya blog. Habis setiap main ke warnet, isinya cuma tukang game sama tukang fcebook doang….

    wah… salam kenal kalau begitu….

    1. ekakurniawan says:

      salam kenal. saya emang orang pangandaran, tapi sehari-hari tinggal di Jakarta. saya seorang penulis, meskipun tak pernah menyebut diri sebagai blogger, tapi saya emang menulis di blog dan punya blog, jadi bolehlah juga disebut blogger :-)

  4. gimana kalu cerpennya di publikasikan di blog saya saja Bang…! : ) blog saya pembacanya banyak loh, ada 300 sampai 500 pengunjung setiap hari… Jadi kan cerpennya bisa dibaca banyak orang
    saya suka baca cerpen. Tapi saya ngga bisa bikin cerpen kayak gitu… :mrgreen:

    1. ekakurniawan says:

      @gen
      trims tawarannya. lah, saya juga punya blog, kenapa harus di blogmu? hehehe. btw, sebagian besar cerpen saya nyatanya bisa dibaca di situs2 koran yang memuatnya (kompas, koran tempo, dll). salam.

  5. 1121 says:

    saya belum pernah baca karya-nya mas Eka, tapi saya yakin bahasa dan penuturan pasti ringan. Adakah yg bisa saya baca mas ? saya juga lagi dalam tahap penyusunan novel. Tapi masih macet..cet..cet… Mohon pencerahan

    1. ekakurniawan says:

      dua cerpen aku kasih link-nya ke situs kompas kalau ada yang mau baca. beberapa cerpen lain sebenarnya ada link-nya juga, tapi mungkinharus dicari-cari ke belakang di blog ini.

  6. Ellen Marselina Kurnia Hadi says:

    halo mas eka.. salam kenal ya, saya Ellen dari jember..
    cerpennya mas eka yang pengantar tidur panjang bagus banget ceritanya..
    saya lagi menganalisis cerpennya mas eka yang judulnya pengantar tidur panjang, pengen tahu ni, amanat di dalam cerpen itu apa ya?? trus penegasan amanat dalam cerpen itu ada di bagian mana?
    trima kasih atas bantuannya..

    1. ekakurniawan says:

      @Ellen
      Terimakasih sudah membaca cerpenku. Sejujurnya aku tak mengerti apa itu “amanat dalam cerpen”. Apakah sebuah cerpen harus mengandung amanat? Kalaupun ada, mungkin bukan tugas penulis, tapi tugas pembaca utk menemukannya :-)

  7. Ellen Marselina Kurnia Hadi says:

    hem,, iah sih haha.
    saya pikir pengarangnya jg tahu amanatnyaa,,
    makasih..

    tp over all, cerpennya bagus banget mas ^^
    berkesan di hati pembacanya..

  8. hume says:

    Saya baca tulisan anda katanya Playboy bayar 2 juta? wow!! Mas eka, boleh minta email cerpen majalah playboy? (cerpennya ditulis dalam bahasa indonesia, kan?)

    Kalau bisa sekalian website majalah playboy dan contoh2 cerpen yang pernah dimuat di majalah playboy (termasuk cerpen anda yang “teka-teki silang” itu *kalau boleh*)

    Thanks dulu sebelumnya nih, ya!

    1. ekakurniawan says:

      @Hume
      Ha, baca dimana? hehehe. Setahu saya Playboy Indonesia sudah enggak terbit, kan pemred-nya aja masuk penjara (tapi sudah bebas). Tapi nulis di majalah/koran lain, beberapa bayarannya oke juga kok :-)
      saya enggak tahu dimana bisa liat cerpen2 majalah playboy. cerpen saya “teka-teki silang” juga tak ada versi web-nya. tapi cerpen2 saya yang lain gampang dicari di internet. saya kira sama saja :-)

  9. humes says:

    saya baca di tulisan “hidup dengan menulis atau tanpa menulis”
    oh, itu tahun 2008 ya…

Comments are closed.