Melankoli Marquez

Sepuluh tahun lalu, dalam cerita pendek berjudul “Sleeping Beauty and the Airplane”, Gabriel Garcia Marquez membayangkan naratornya sebagai seorang feodal Jepang yang keranjingan melihat perempuan cantik sedang tidur. Seketika saya menyadari rujukan yang dimaksudnya adalah tokoh-tokoh dalam kebanyakan novel Yasunari Kawabata. Dan melihat gaya lirisisme di cerita pendek itu, serta cara pandang atas tubuh perempuan, saya juga mulai merasa ia terobsesi kepada gaya neosensualisme penulis besar Jepang tersebut. Puncak obsesinya, saya pikir bisa dilihat di novel terbarunya, Memories of My Melancholy Whores.

Obsesi itu mungkin sudah terasa sejak Love in the Time of Cholera, meski di sana ia masih memperlihatkan kecenderungan dari masa sebelumnya.
Continue reading Melankoli Marquez