“Kumpulan Budak Setan”
Kumpulan Budak Setan, kompilasi cerita horor Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad, adalah proyek membaca ulang karya-karya Abdullah Harahap, penulis horor populer yang produktif di era 1970-1980an. Dua belas cerpen di dalamnya mengolah tema-tema khas Abdullah Harahap — balas dendam, seks, pembunuhan — serta motif-motif berupa setan, arwah penasaran, obyek gaib (jimat, topeng, susuk), dan manusia jadi-jadian. Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, Februari 2010.
Baca selengkapnya …
Abdullah Harahap dan Ratih Kumala
Buat yang penasaran dengan Abdullah Harahap, penulis novel-novel horor yang terkenal di tahun 70-80an, ini fotonya bersama istri saya, Ratih Kumala. Di umurnya yang sekitar 70 tahun, ia tampak masih sehat. Penasaran juga, apakah ia masih menulis?
- 26-01-2010 · Buat beberapa teman di Malaysia yang tertarik membeli buku saya, barangkali bisa menengok situs ini: Oxygen Media. Semoga bisa membantu. (Tinggalkan Pesan)
- 26-01-2010 · Salah satu cerpen dalam buku “Kumpulan Budak Setan”, diterbitkan di Suara Merdeka, 24 Januari 2010, berjudul “Budak Sero”. (2 Pesan)
14 Cerita Pendek dalam 5 Tahun
Awal tahun 2010, saya mencoba menoleh apa saja yang sudah saya lakukan. Karena terakhir kali saya menerbitkan buku tahun 2005, yakni kumpulan cerita pendek “Cinta Tak Ada Mati” dan re-issue “Corat-coret di Toilet” yang bersama cerita-cerita lain menjadi “Gelak Sedih”, saya nengoknya jauh hingga 2005. Ternyata dari 2005 sampai sekarang, meskipun tentu banyak yang saya tulis, ternyata hanya menerbitkan 14 cerita pendek! Inilah cerita-cerita pendek tersebut:
Baca selengkapnya …
- 1-01-2010 · Selamat Tahun Baru 2010. Awal tahun dibuka dengan penerbitan cerita pendek saya di Esquire Indonesia, edisi Januari 2010, berjudul “Riwayat Kesendirian”. Cerita pendek ini merupakan bagian dari antologi tiga penulis (saya, Ugoran Prasad dan Intan Paramaditha) berjudul Kumpulan Budak Setan, sebagai hasil dari proyek pembacaan kami atas karya-karya Abdullah Harahap. Buku tersebut akan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, Februari 2010. (1 Pesan)
- 30-12-2009 · OMG, aku menangis mendengar Gus Dur meninggal. Ia presiden Indonesia yang keempat, dan menurutku, yang terbaik. Selamat jalan, Gus. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. (10 Pesan)
backspacer
Jujur saja saya tidak mengikuti semua album Pearl Jam. Saya bahkan tak ingat berapa album yang sudah mereka hasilkan (oh tentu, bisa buka Wikipedia kalau mau, tapi saya malas melakukannya). Di antara beberapa album yang saya ingat, praktis hanya satu album yang sering saya dengar: “Ten”. Saya suka lagu si “Jeremy”, anak yang bunuh diri di depan teman-teman sekelasnya, saya suka “Even Flow”, dan terutama suka cara nyanyi vokalisnya. Serak sekaligus sengau.
28 November
Foto oleh: brian glanz, Some right reserved.
Apa istimewanya tanggal 28 November? Buat saya, paling tidak, saya tahu hari itu ibu saya masak nasi kuning. Ada saya atau tidak di rumah, ia hampir selalu melakukannya. Mudah-mudahan hari ini juga, soalnya seperti tahun yang sudah-sudah, lagi-lagi saya tidak di rumah orang tua saat saya berulang tahun.
Faktanya, saya sendiri agak tak terlalu peduli dengan hari itu. Toh setiap hari umur saya bertambah tanpa harus mengingat hari lahir. Kalaupun saya mengingatnya, itu karena setiap kali mengisi formulir (membuat KTP, paspor, membuka rekening bank, bahkan sekadar membuat akun Facebook), saya harus menulis tanggal kelahiran saya. Tentu saja saya bisa menulis tanggal kelahiran palsu untuk sekadar akun Facebook atau email gratis. Tapi pertanyaannya, untuk apa? Tanggal kelahiran saya bukan suatu rahasia besar: sudah tercatat di arsip kependudukan, kan? (Ya, dengan asumsi arsip kependudukan Negara ini diurus dengan benar).
Jose Saramago dan “Apa yang Terjadi, Jika …”
“But loneliness is not living alone, loneliness is the inability to keep someone or something withing us company,” kata Jose Saramago di salah satu novelnya yang barangkali bisa dibilang terbaik, The Year of the Death of Ricardo Reis.
Baca selengkapnya …